Selasa, 29 September 2020

Apakah Universitas-Universitas di Inggris Membungkam Kritik terhadap Kolonialis Israel?

Apakah Universitas-Universitas di Inggris Membungkam Kritik terhadap Kolonialis Israel?

Manchester, Swamedium.com — Selain acara-acaranya dibatalkan, aktivis pro Palestina menghadapi berbagai larangan selama Pekan Apartheid Israel.

Pada sore yang suram, di luar Pusat Kegiatan Mahasiswa Universitas Manchester, beberapa aktivis pro bangsa Palestina mengadakan acara pengumpulan tanda tangan untuk mendukung gerakan boikot, divestasi, dan sanksi (boycott, divestment, and sanctions, BDS).

Huda Ammori dengan penuh semangat membantu para mahasiswa yang mau berpartisipasi dalam aktivitas pro bangsa Palestina. Teman-temannya menempatkan tembok tiruan pembatas Israel setinggi dua meter di belakang mereka.

“Mereka ingin kami pergi pada jam setengah tiga,” ucap Huda kepada Al Jazeera, menjelaskan kesepakatan untuk mengosongkan area sebelum menjadi begitu sibuk.

Huda, gadis berkewarganegaraan Inggris turunan Palestina dan Irak, telah berkorban demi Pekan Apartheid Israel (Israel Apartheid Week, IAW).

Acara tersebut diselenggarakan di universitas-universitas di seluruh dunia untuk menyoroti kezhaliman kolonialis Israel terhadap bangsa Palestina di wilayah Palestina.

Pihak Universitas Manchester mengizinkan acara itu berlangsung, tetapi persetujuan itu pun datang setelah beberapa kali rapat dan saling mengirim surat elektronik (surel) antara birokrat dengan Huda, dan judul surel itu ialah kumpulan aturan yang ketat.

“Pihak universitas memeriksa dengan cermat setiap detail acara … ketentuan-ketentuan yang mereka berikan sungguh keterlaluan,” kata Huda.

“Unit-unit kegiatan mahasiswa yang lainnya tidak menghadapi persoalan yang sama (seperti yang kami alami ini),” ungkapnya.

Menurut pihak universitas, acara itu tidak netral.

Mereka melarang pilihan akademis Huda yang menjadi ketua pelaksana IAW yang mendukung gerakan BDS; menyebut kekhawatiran mereka atas kenetralannya.

Huda menyatakan dirinya menerima ketentuan-ketentuan itu dengan keengganan. Ia bersemangat untuk meyakinkan bahwa acara berlangsung tanpa tersendat.

Ia menyebutkan para aktivis hak-hak bangsa Palestina mengalami berbagai kesulitan setiap menyelenggarakan acara pada beberapa tahun ini. Misalnya, pihak universitas tidak memberikan izin untuk acara pada Februari dan Oktober 2016.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.