Jumat, 25 September 2020

Bawaslu DKI: Harus Ada Verifikasi Jumlah DPTb Yang Membengkak

Bawaslu DKI: Harus Ada Verifikasi Jumlah DPTb Yang Membengkak

Badan Pengawas Pemilu DKI Jakarta. (foto: ist)

Jakarta, Swamedium.com– Membengkaknya jumlah pemilih dalam Pilkada putaran pertama DKI Jakarta seharusnya itu tidak terjadi, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta Mimah Susanti menanggapi permasalahan tersebut.

“Begini. Kalau mengacu pada data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (dukcapil) per 14 November. Suket yang dikeluarkan kepada warga DKI Jakarta berjumlah 84.519. Sementara, Data Pemilih Tetao Tambahan (DPTb) 237.003,” ungkap Minah di Jakarta, Senin (6/3).

Ia menjelaskan, bahwa pada pukul 12:00 sampai 13:00 banyak pemilih yang datang ke TPS membawa identitas e-KTP dan KK atau surat keterangan (suket) dan KK.

Ketika disinggung persoalan apakah 237.003 itu pemilih yang menggunakan suket, beliau menjawab perlu ada verifikasi soal berapa jumlah pemilih yang menggunakan suket, e- KTP, maupun KK. Karena jumlah DPTb memang berbeda dari suket yang dikeluarkan Dukcapil.

“Kalau melihat data kan cuma 84.519,” jelasnya.

Terkait pemilih boleh tidaknya menggunakan e-KTP atau tidak, Mimah mengatakan harus melalui proses verifikasi dahulu.

“Harus dilakukan verifikasi,” tukasnya.

Sebelumnya, ditengarai ada pembengkakan jumlah pemilih DPTb yang menggunakan Suket, e-KTP dan KK pada Pilkada putaran pertama, sebagaimana dikatakan oleh direktur eksekutif Puspol Indonesia Ubaidillah Badrun. (JM)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.