Thursday, 21 November 2019

Mantan Direktur Intelijen Nasional Bantah Telah Menyadap Donald Trump

Mantan Direktur Intelijen Nasional Bantah Telah Menyadap Donald Trump

New York, Swamedium.com — Mantan direktur intelijen nasional, James Clapper, membantah klaim pihaknya telah merekam percakapan Donald Trump pada saat kampanye dan pemilihan umum presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS).

James menyatakan kepada NBC bahwa ia tahu tiada perintah pengadilan yang mengizinkan untuk mengawasi menara Trump di Kota New York.

Trump menuding presiden Barack Obama telah memerintahkan penyadapan, tetapi tidak dapat memberikan bukti atas tudingannya itu.

Trump mengatakan, penyelidikan terhadap dugaan campur tangan Rusia pun sebaiknya menyelidiki potensi penyalahgunaan kekuasaan eksekutif.

James yang tidak menjabat setelah Trump berkantor pada 20 Januari berkata dalam program Meet the Press NBC, “Tidak ada aktivitas penyadapan terhadapnya saat pemilihan presiden, sebagai seorang kandidat, maupun dalam kampanyenya.”

Sebagai direktur intelijen, ia akan mengetahui tentang “perintah pengadilan pada hal seperti itu. Tentu saja, saya dapat membantahnya.”

Beberapa media melaporkan bahwa FBI telah meminta surat perintah dari pengadilan pengawasan intelijen luar negeri (Fisa) untuk mengawasi anggota-anggota tim Trump yang diduga berhubungan secara tidak biasa dengan pemerintah Rusia.

Komentar James menentang laporan tersebut, yang menyebutkan bahwa awalnya surat perintah ditolak, tetapi kemudian disetujui pada Oktober 2016.

Atas perintah Fisa, penyadapan hanya dapat disetujui jika terdapat perkara yang dapat meyakinkan bahwa target pengawasan ialah agen kekuasaan asing. Obama tidak dapat mengeluarkan surat perintah itu secara sah.

Trump berkomentar dalam akun Twitter saat berada di Florida pada Sabtu (4/3). Ia menyebut dugaan penyadapan seperti “Nixon/Watergate”, yakni skandal politik buruk pada 1972 yang akhirnya menyebabkan kejatuhan presiden Richard Nixon.

Klaimnya memicu politikus Republik maupun Demokrat meminta detail keterangan tambahan. Salah satu yang terbaru ialah Marco Rubio, senator Florida dari Republik, berkata pada Ahad (5/3), “Gedung Putih harus menjawab dengan benar apa yang ia (Trump) maksud.” (ais)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.