Jumat, 25 September 2020

Pilkada DKI: Putaran Kedua, Warga Yang Tidak Terdaftar Pemilih Diminta Proaktif

Pilkada DKI: Putaran Kedua, Warga Yang Tidak Terdaftar Pemilih Diminta Proaktif

Jakarta, Swamedium.com– Ketua KPUD Jakarta Sumarno mengimbau kepada warga DKI Jakarta agar lebih proaktif dalam proses pendataan yang di lakukan KPUD Jakarta terkait daftar pemilih pilkada pada putaran kedua nanti.

“Sekarang sifatnya masyarakat yang proaktif. Nanti di tempat-tempat yang strategis itu, bisa di apartemen, kita buka posko di situ, ada petugas di situ. Moga-moga mereka mengambil pelajaran, kemarin tidak bisa menggunakan hak pilih karena tidak terdaftar, moga-moga nanti mau mendaftar dan kemudian nanti kita data,” ujar Sumarno, di Jakarta, Minggu (5/3).

Sumarno mengatakan, KPUD Jakarta akan memaksimalkan pada proses pendataan pemilih, berupaya untuk sebisa mungkin tidak mengulangi insiden kekurangan kertas suara pada Pilkada putaran pertama.

“Bila pemilihnya akurat, data pemilihnya komprehensif, mutakhir, itu menjadi dasar bagi KPU untuk menentukan berapa surat suara yang akan dicetak. Jadi sudah pasti akan ada perubahan daftar pemilih tetap dan sudah pasti kalau DPT berubah, surat suara juga akan berubah,” ungkap Sumarno.

Ia menambahkan, bahwa melebihkan surat suara sebanyak 2.5% dari total pemilih di semua Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada, hal itu di atur dan tertera di Undang-undang. Oleh karena itu, KPU DKI Jakarta tidak akan melebihi surat suara yang telah di tetapkan serta di atur oleh UU.

“‎Karena surat suara itu jumlah cetakannya harus ditentukan. Karena berbahaya kalau surat suara dicetak melampaui jumlah pemilih, nanti bisa disalahgunakan untuk kepentingan oleh pihak-pihak tertentu. Oleh karena itu, yang ditingkatkan bukan surat suaranya, tetapi adalah memaksimalkan akurasi data pemilihnya,” pungkasnya. (JM)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.