Rabu, 30 September 2020

Puskesmas Pangkalan Terendam Banjir, Bayi dalam Inkubator Meninggal

Puskesmas Pangkalan Terendam Banjir, Bayi dalam Inkubator Meninggal

Foto: Puskesmas Pangkalan ikut terendam banjir saat kejadian. (foto BNPB)

Jakarta, Swamedium.com— Korban banjir dan tanah longsor di Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten 50 Kota Sumatera Barat bertambah jadi enam orang. Korban ke enam adalah seorang bayi yang baru berusia dua hari.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, dalam rilisnya, Senin (6/1) menyebutkan bayi belum punya nama itu meninggal di Puskesmas Pangkalan.

“Informasi dari Posko, bayi meninggal di Puskesmas Pangkalan. Kronologinya setelah prosesi kelahiran di Puskesmas kemudian bayi dimasukkan ikubator pada Rabu (1/3). Saat masih dalam inkubator tiba-tiba air deras masuk dan merendam Puskesmas Pangkalan sehingga bayi tidak dapat diselamatkan pada Kamis (2/3),” tulis Sutopo.

Saat kejadian banjir, listrik di Pangkalan padam karena banyak tiang listrik roboh terkena longsor.

Dari data yang ada, jumlah korban banjir dan tanah longsor menjadi 6 orang meninggal dan 2 orang luka berat.

Korban meninggal dunia:
1. Doni Fernandes (33 tahun) karena tertimbun longsor.
2. Teja (19 tahun) karena tertimbun longsor.
3. Yogi Saputra (23 tahun) karena tertimbun longsor.
4. Karudin (25 tahun) karena tertimbun longsor.
5. Muklis (45 tahun karena hanyut banjir.
6. Bayi (2 hari) karena terendam banjir.

Korban luka berat karena longsor adalah Syamsul Bahri (22 tahun) dan Candra (42 tahun). (dr)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.