Minggu, 13 September 2020

Sidik Suap Patrialis, KPK Geledah Kantor Bea Cukai

Sidik Suap Patrialis, KPK Geledah Kantor Bea Cukai

Gedung Direktorat Jenderal Bea Cukai, Jakarta. (foto: ist)

Jakarta, Swamedium.com– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di Kantor Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Pusat yang terletak‎ di Jalan Ahmad Yani, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (6/3).

Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, penggeledahan itu terkait dengan dengan kasus dugaan suap judicial review atau Uji Materi Undang-Undang tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan yang melibatkan mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar.

“Benar sejak tadi pagi penyidik KPK melakukan penggeledahan di kantor Dirjen Pajak,” ungkapnya.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, para penyidik lembaga antirasuah ini sudah datang pada siang tadi. Dan berjumlah banyak atau lebih dari satu.

“Sudah datang (penyidik KPK) sebelum makan siang. Pokoknya lebih dari satu petugas KPK,” ujar salah satu petugas keamanan yang enggan disebutkan namanya itu, Senin (6/3).

Tetapi, suasana gedung tersebut tampak sepi, namun pihak keamanan setempat tetap melakukan penjagaan. Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih sangat sedikit mendapatkan informasi. Pasalnya, pihak security setempat enggan membeberkan lebih jauh.

Dalam kasus ini, KPK telah resmi menetapkan empat orang sebagai tersangka. Empat orang tersangka tersebut yakni mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Patrialis Akbar; Kamaludin, sebagai perantara suap; pengusaha impor daging, Basuki Hariman; dan Sekretaris Basuki Hariman, NG Fenny.

Keempat tersangka tersebut diduga telah kongkalikong untuk memuluskan judicial review atau Uji Materi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Atas perbuatannya, Patrialis dan Kamaludin disangkakan melanggar Pasal 12c atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) seperti diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.