Jumat, 25 September 2020

Jamu Tolak Angin Putus Kontrak Ernest Prakasa

Jamu Tolak Angin Putus Kontrak Ernest Prakasa

Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat saat jumpa pers Tolak Angin memutus kontrak Ernest Prakasa (foto: ist)

Jakarta, Swamedium.com– Jamu Tolak Angin memutuskan kontrak kerjasamanya dengan komika Ernest Prakasa pada Selasa (7/3).

Keputusan ini diambil Sido Muncul sebagai produsen Tolak Angin, setelah hashtag #BoikotTolakAngin menjadi viral di jagad Twitter selama satu hari satu malam. Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat menuturkan, kontrak Ernest memang akan berakhir bulan depan namun dipercepat pemutusan kontraknya.

“Kami segera tidak perpanjang kontraknya,” jelas Irwan Hidayat dalam jumpa pers di Restoran Sambara, Jaksel, Selasa (7/3).

Seperti diketahui, kasus Ernest Prakasa di media sosial Twitter muncul lantaran yang bersangkutan menuduh ulama dari India, Dr Zakir Naik sebagai donatur ISIS.

Sementara dalam cuitannya, akun @Tolak_Angin pada Selasa (7/3) sore menyampaikan sebagai berikut:

1. Apa yang ditulis Ernest di media sosial adalah tanggung jawab pribadinya yang tidak terkait dengan brand Tolak Angin.
2a. Dalam kontrak perjanjian kami dengan semua bintang iklan, dengan jelas dinyatakan
2b. agar ybs menjaga ucapan dan perilaku yang bisa membawa konsekuensi kepada brand.
3a. Bahwa PT Sidomuncul sebagai perusahaan publik selalu memiliki komitmen untuk fokus pada
kualitas produk, sehingga tidak relevan bagi kami untuk terlibat dalam kegiatan politik praktis.
4. PT. Sidomuncul sepakat untuk mendukung demokrasi di media sosial agar tercipta pikiran-pikiran positif untuk hal yang lebih baik.
5. Bahwa kontrak dgn Ernest memang akan segera berakhir & secara pribadi Ernest sudah menyampaikan permintaan maaf & penyesalan kepada kami.
6. Kedepan kasus ini akan menjadi pembelajaran bagi kami agar lebih berhati-hati dalam menjalankan kerja sama dengan bintang iklan.

Peristiwa ini mengingatkan publik pada kasus “Sari Roti” usai Aksi Super Damai 212. Saat itu ada donatur yang menyumbangkan roti “Sari Roti” untuk dibagikan kepada peserta aksi. Donatur tersebut menyewa pedagang Sari Roti lengkap dengan gerobaknya. Setelah aksi tersebut, produsen Sari Roti membuat “blunder” dengan mengeluarkan pengumuman yang justru melahirkan ajakan Boikot Sari Roti. (ls)

Pages: 1 2

Related posts

2 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.