Senin, 21 September 2020

Kehadiran Eko Cahyono Sebagai Saksi Meringankan Dinilai Blunder Buat Ahok

Kehadiran Eko Cahyono Sebagai Saksi Meringankan Dinilai Blunder Buat Ahok

Foto: Eko Cahyono (kedua dari kiri) mantan Cawagub Ahok pada Pilkada Bangka Belitung 2017 hadir sebagai saksi meringankan Ahok (foto: Yoga/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com– Penasehat Hukum terdakwa kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama menghadirkan saksi untuk meringankan pada lanjutan sidang ke-13. Namun, kehadiran para saksi hari ini dinilai blunder yang memberatkan Ahok sendiri.

“Saya justru menganggap saksi memberatkan Ahok,” terang Koordinator Persidangan GNPF MUI, Nasrullah Nasution di Auditorium Kementan, Ragunan, Jakarta, Selasa (7/3).

Eko Cahyono, yang juga bawahan Ahok di Pemkab Belitung Timur dan mantan Cawagub Pilkada Bangka Belitung bersama Ahok pada 2007 lalu mengaku bahwa selama penyelenggaraan pilkada, pernah mendengar ceramah di masjid yang menyerukan agar tidak memilih pemimpin non-muslim, meskipun saat ditanya Jaksa, saksi tidak bisa menjelaskan siapa yang memberikan ceramah tersebut.

“Saya tidak tahu apakah politisi atau ustad yang memberikan ceramah tersebut,” ujar Nasrullah meniru ucapan saksi saat persidangan tadi.

Eko yang juga Wakil Rektor Universitas Darma Persada Jakarta tersebut mengaku mengetahui isi buku Ahok yang berjudul “Merubah Indonesia” bahkan menjelaskan isinya. Padahal sebelumnya ia mengaku tidak mengetahui apakah Ahok menyinggung-nyinggung Surat Al Maidah 51 dalam kesempatan lain

Nasrulloh berpendapat, menghadirkan saksi ini adalah blunder fatal yang dilakukan penasehat hukum Ahok karena selain menguatkan adanya motif untuk menista, keterangan saksi ini banyak yang tidak berkaitan dengan pokok perkara.

“Menghadirkan saksi mantan Cawagub Bangka Belitung adalah blunder fatal buat penasehat hukum Ahok dan juga Ahok,” tutupnya. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.