Selasa, 22 September 2020

KPK Digugat Warga, Imbas Lambatnya KPK Menangani Kasus RS Sumber Waras

KPK Digugat Warga, Imbas Lambatnya KPK Menangani Kasus RS Sumber Waras

Foto: Ilustrasi RS Sumber Waras. (ist)

Jakarta, Swamedium.com– Sejumlah masyarakat menggugat lembaga anti rasuah, KPK ke pengadilan negeri (PN) Jakarta Pusat.

Gugatan ini dilayangkan imbas dari lambatnya KPK menangani kasus dugaan korupsi pengadaan lahan RS Sumber Waras.

Amir Hamzah salah satu penggugat, mengatakan setidaknya ada 14 orang yang ikut menggugat KPK, hal ini di dasari karena lambannya KPK serta tidak transparan dalam mengusut kasus tersebut.

“Gugatan masuk ke PN Jakpus pertengahan Desember (2016) dan sekarang sudah bersidang,” kata Amir di Jakarta, Senin (6/3).

Amir mengatakan, saat ini proses sudah masuk ke pengadilan dengan agenda pemanggilan saksi dari pihak tergugat, sidang di gelar setiap hari kamis siang.

Selain kasus dugaan korupsi pengadaan lahan RS Sumber Waras, Amir Hamzah dan 14 orang lainnya, juga menggugat kasus reklamasi Pantai Utara (Pantura) Jakarta dan pengadaan lahan Cengkareng.

Amir menyebutkan, setidaknya kini ada 10 barang bukti yang di ajukan ke pengadilan dalam kasus RS Sumber Waras.

Rinciannya, disposisi Plt Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kepada Kepala Dinkes DKI Din Emmawati, surat-menyurat, penetapan NJOP, dan Pergub 175/2013.

Kemudian, akte pelepasan hak, tidak adanya surat kuasa yang tak ditandangani kepala Dinkes, bukti pembayaran berupa cek dan transfer, serta risalah rapat antara Ahok dengan pihak Yayasan Kesehatan Sumber Waras (YKSW), Djan Darmadi dan Kartini Muljadi.

“Kami juga melampirkan Akte Notaris Candra Naya yang disahkan Kemenkumham dan akte sirkulasi YKSW,” Jelas Amir.
Ia menyakini, kalau gugatannya akan di terima dan di kabulkan oleh pengadilan, di karenakan proses penjualan lahan oleh YKSW kepada Pemprov DKI bertentangan dengan Akte Notaris Candra Naya.
“Dalam akte tersebut, ditegaskan bahwa pengurus, pengawas ataupun pembina, tidak boleh memindahtangankan atau menjual aset yayasan kepada pihak lain,” Pungkasnya. (JM)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.