Minggu, 20 September 2020

Luis Milla Bawa Timnas Indonesia Tampil Menyerang dari Sayap

Luis Milla Bawa Timnas Indonesia Tampil Menyerang dari Sayap

Foto: Luis Milla, pelatih timnas U-22 asal Spanyol. (foto: ist)

Tangerang, Swamedium.com– Luis Milla bakal membawa aroma baru di Timnas U-22. Pelatih asal Spanyol itu bakal menyiapkan konsep permainan menyerang dari sisi sayap.

“Ide kami seperti itu. Namun nantinya bisa saja berubah tergantung lawan yang dihadapi,” ujar Milla di Karawaci, Tangerang, Banten, Selasa (7/3).

Bagi Milla, timnas harus bisa menyerang dari sisi lapangan. Tugas mencetak gol pun tidak cuma diemban oleh striker, tetapi juga gelandang.

Jika mengacu ke konsep tersebut, artinya Milla ingin pemain tengah bertipe kreatif, cepat, bisa mencetak gol dan tentunya sembari bertahan dengan baik. Para pemain yang dipanggil untuk mengikuti seleksi pun dianggap mumpuni untuk menjalankan taktik tersebut.

“Semua bermain sangat bagus,” tutur Milla seperti dikutip antara.

Salah satu gelandang yang dipanggil seleksi ketiga timnas pada 7-9 Maret 2017, Gian Zola (Persib) merasakan benar dampak dari keinginan sang pelatih. Sudah dua kali mengikuti seleksi, Gian mengakui Milla meminta gelandang bekerja keras untuk “turun-naik” membantu tim.

“Selain menyerang, kami juga diminta untuk bertahan. Mainnya harus cepat,” kata pemain 18 tahun itu.

Berkaca dari formasi tim nasional Spanyol yang menjuarai Piala Eropa U-21 tahun 2011 ketika dilatih Luis Milla, pelatih yang pernah bermain di Barcelona dan Real Madrid ini gemar memasang tiga pemain bertipe menyerang di depan.

Saat itu, Milla memiliki penyerang murni dalam diri Adrian Lopez, didukung gelandang serang Juan Mata di kanan dan Iker Muniain di sisi kiri. Persis di belakang mereka ada Thiago Alcantara dan Ander Herrera, yang ditopang Javi Martinez di sektor gelandang bertahan serta empat pemain belakang di depan kiper.

Dengan formasi itu, mereka bisa membawa pulang Piala Eropa U-21 tahun 2011 setelah mengalahkan Swiss dengan skor 2-0 berkat gol Ander Herrera dan Thiago Alcantara, sekaligus mencetak sejarah karena bisa mengawinkan gelarnya dengan Piala Dunia 2010 yang diperoleh tim nasional senior Spanyol. (ant/d)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.