Minggu, 07 Juni 2020

Tanpa Libatkan Irak, Revisi Aturan Eksekutif AS Tetap Diskriminatif

Tanpa Libatkan Irak, Revisi Aturan Eksekutif AS Tetap Diskriminatif

Unjuk Rasa di Depan Gedung Putih (Jonathan Ernst/Reuters)

Washington, Swamedium.com — Donald Trump telah menandatangani revisi larangan perjalanan bagi warga dari enam negara mayoritas Muslim.

Apa yang berubah dalam aturan eksekutif tersebut?
Irak tidak termasuk

Pemegang kartu hijau tidak terpengaruh

Aturan tidak langsung berlaku, tetapi pada 16 Maret, warga Suriah tidak dikhususkan dalam larangan pengungsi, jadi seperti warga dari lima negara yang lainnya

Keamanan Tanah Air menyanggupkan tiada dugaan kekisruhan

Pernyataan pemberian prioritas kepada agama-agama minoritas dihapuskan

Aturan eksekutif baru yang terbit pada Senin (6/3) itu merupakan batasan tinggal di AS selama 90 hari bagi warga Suriah, Libya, Sudan, Somalia, Yaman, dan Iran.

Bagi yang mempunyai visa yang sudah ada sebelumnya, akan diizinkan memasuki AS menurut aturan baru, yang akan diberlakukan mulai 16 Maret 2017.

Para pemegang kartu hijau–sebagai warga negara AS yang tetap–tidak akan terpengaruh oleh aturan itu.

Reporter Al Jazeera, Alan Fisher melaporkan, “[Pemerintah AS] telah berusaha untuk menggunakan aturan eksekutif sebelumnya, yang lebih ketat, dan yang paling penting itu membuatnya “antipeluru” dalam pengadilan.”

Pada reaksi awal, kelompok-kelompok hak asasi mengkritisi aturan yang baru. Organisasi the American Civil Liberties Union (ACLU) mengecam larangan yang baru itu sebagai versi dekadensi yang juga memberikan cela yang fatal.

ACLU menyatakan, “Satu-satunya cara untuk memperbaiki larangan bagi Muslim ialah tidak memiliki larangan Muslim. Sebaliknya, presiden Trump melakukan diskriminasi agama kembali, dan ia dapat mengira kutukan lanjutan, baik dari pengadilan maupun masyarakat luas.”

Tidak seperti larangan sebelumnya, aturan yang baru tidak memasukkan Irak dalam daftar negara sasaran. Hal itu disebabkan oleh tekanan dari Pentagon dan Kemenlu AS yang mendesak Gedung Putih mempertimbangkan kembali peran penting Irak dalam upaya AS memerangi ISIS.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.