Minggu, 13 September 2020

Jaksa KPK: Ratu Atut Chosiyah Cs Telah Merugikan Negara

Jaksa KPK: Ratu Atut Chosiyah Cs Telah Merugikan Negara

Foto: Mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah (foto: ist)

Jakarta, Swamedium.com– Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) Afni Carolina, mengatakan bahwa mantan Gubernur Banten 2007-2012 dan 2012-2017 Ratu Atut Chosiyah, telah melakukan korupsi dalam pengadaan alat kesehatan Rumah Sakit (RS) rujukan Pemerintah Provinsi Banten, yang masuk dalam APBD dan APBD Perubahan 2012.

Dakwaan itu dibacakan di pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat (8/3).

Dlam dakwaan itu juga disebutkan juga Tubagus Chaeri Wardana Chasan alias Wawan yang ikut turut terlibat dalam pengaturan proses pengusulan anggaran Dinas Kesehatan provinsi Banten pada APBD 2012 dan APBD Perubahan tahun 2012 yang lalu.

“Dan pengaturan pelaksanaan anggaran pada pelelangan pengadaan alat kesehatan RS rujukan Pemprov Banten Tahun Anggaran 2012 sehingga memenangkan pihak-pihak tertentu,” kata jaksa Afni.

Jaksa menyebutkan, menurut laporan hasil pemeriksaan investigatif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada 31 Desember 2014, Negara dirugikan Rp79,79 miliar.

Akibat perbuatan Ratu Atut, masih menurut Jaksa, mantan Gubernur Banten itu diduga memperkaya diri sendiri dengan menerima dana sebesar Rp3,859 miliar, sedangkan Tubagus Chaeri Wardana Chasan diduga menerima dana sebesar Rp50,083 miliar.

Jaksa membeberkan nama-nama yang ikut terlibat menerima keuntungan dari Kasus korupsi dalam pengadaan alat kesehatan RS Rujukan Pemerintah Provinsi Banten. Nama-nama tersebut adalah Yuni Astuti (Rp23,396 miliar), Djadja Buddy Suhardjo (Rp590 juta), Ajat Ahmad Putra (Rp345 juta), Rano Karno (Rp300 juta), Jana Sunawati (Rp134 juta), Yogi Adi Prabowo (Rp76,5 juta), Tatan Supardi (Rp63 juta), Abdul Rohman (Rp60 juta), Ferga Andriyana (Rp50 juta), Eki Jaki Nuriman (Rp20 juta), Suherma (Rp15,5 juta), Aris Budiman (Rp1,5 juta) dan Sobran (Rp1 juta).

Kerugian negara bertambah ketika Ratu Atut difasilitasi berlibur ke Beijing dengan mendapatkan uang saku perjalanan sejumlah Rp1,659 miliar. Perjalanan ini dilakukan bersama pejabat Dinas Kesehatan Banten, tim survei, panitia pengadaan dan panitia pemeriksa hasil pekerjaan.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.