Kamis, 24 September 2020

Ada Dua Gubernur Aktif Yang Diusung PDI-P Ikut Menerima Jatah Proyek e-KTP

Ada Dua Gubernur Aktif Yang Diusung PDI-P Ikut Menerima Jatah Proyek e-KTP

Foto: ilustrasi logo PDIP (foto: PDIP)

Jakarta, Swamedium.com– Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di dalam persidangan juga menyebutkan bahwa ada dua gubernur aktif yang diusung PDI-P diduga kecipratan uang panas proyek kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Dua Gubernur aktif tersebut adalah, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey.

Dalam isi dakwaan Jaksa KPK dengan terdakwa Irman dan Sugiharto menyebutkan Ganjar menerima uang dari Andi Agustinus alias Andi Narogong di ruang kerja anggota Komisi II DPR, Mustoko Weni sekitar bulam September-Oktober 2010 silam. Uang tersebut bertujuan untuk, agar Komisi II menyetujui anggaran proyek e-KTP senilai Rp5,9 triliun.

“Ganjar Pranowo selaku Wakil Ketua Komisi II sejumlah 500 ribu dolar Amerika Serikat,” ungkap Jaksa KPK yang diketuai oleh Eva Yustiana, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Kamis (9/3).

Ganjar juga turut menerima uang 20 ribu dolar AS lagi dari Andi Narogong. Sedangkan Olly yang saat ini menjabat sebagai Bendahara Umum PDI-P, disebut menerima uang 1,2 juta dolar AS dari Andi Narogong. Pemberian uang dilakukan setelah adanya kepastian tersedianya anggaran proyek e-KTP. Pemberian uang tersebut ketika Olly menjabat Pimpinan Badan Anggaran DPR RI.

Jaksa melanjutkan, bahwa Andi Narogong ini juga memberikan sejumlah uang kepada pimpinan Banggar DPR, yakni Melchias Marcus Mekeng selaku Ketua Banggar 1,4 juta dolar AS dan Wakil Ketua Banggar Mirwan Amir.

Jaksa juga menambahkan, selain nama di atas, Jaksa juga menyebutkan nama Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly yang disebut menerima 84 ribu dolar AS dan Arief Wibowo senilai 108 ribu dolar AS, yang kesemuanya merupakan kader dari Partai PDI-P.

Pages: 1 2

Related posts

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.