Kamis, 24 September 2020

Demo Supir Angkot Bandung, Tuntut Permenhub No. 32 Tahun 2016 Dicabut

Demo Supir Angkot Bandung, Tuntut Permenhub No. 32 Tahun 2016 Dicabut

Foto: spanduk yang dipasang di salah satu angkot saat demo menolak transportasi online di Bandung (foto: avid/swamedium)

Bandung, Swamedium.com– Demo supir angkot di Bandung berlangsung pada Kamis (9/3) siang WIB di depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat. Demo bertujuan menolak keberadaan transportasi berbasis aplikasi.

Dalam tuntutannya, para supir angkot dan pengusaha angkot menuntut pencabutan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

“Permenhub nomor 32 tahun 2016 itu melegalkan kendaraan ilegal. Mereka (transportasi online) menikmatinya. Plat hitam bukan plat kuning seperti kami. Kami bayar pajak, retribusi dobel-dobel, nah mereka cuma bayar pajak kendaraan saja,” ujar Agus (52) salah satu peserta demo saat ditemui, Kamis (9/3).

Agus menuturkan, pendapatannya menurun drastis sejak adanya transportasi online di kota Bandung.

“Sekarang saya cuma dapat Rp25.000 sehari, tadinya bisa sampai Rp150.000 sehari. @25 ribu bisa beli apa? Anak istri mau dikasih makan apa?,” lirihnya.

Dirinya dan rekan-rekan supir angkot meminta Gubernur Jawa Barat untuk memperhatikan aspirasi mereka dan meneruskannya ke Pemerintah Pusat.

“Kami meminta Bapak Gubernur Jawa Barat untuk mendengar dan memperhatikan aspirasi kami. Tolong sampaikan kepada Pemerintah Pusat,” pungkasnya (avid/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.