Selasa, 29 September 2020

Korban Banjir dan Longsor Pangkalan Bertambah Jadi 7 Orang

Korban Banjir dan Longsor Pangkalan Bertambah Jadi 7 Orang

Foto: Tim SAR gabungan terus mencari korban lain yang tertimbun tanah longsor di Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten 50 Kota, Sumbar. (ist)

Jakarta, Swamedium.com— Tim SAR gabungan bencana banjir dan longsor di Kecamatan Pangkalan, Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat, kembali menemukan satu korban lagi. Korban Azwar Hasibuan (43) ditemukan tewas tertimbun longsor di Nagari Koto Alam Kec. Pangkalan Koto Baru, Rabu (8/3) sore kemarin.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB dalam rilis menyebutkan, sampai hari ketujuh pasca bencana Pangkalan, tercatat sudah tujuh korban jiwa.

“Lima orang tewas karena tertimbun longsor di Koto Alam Pangkalan, satu orang hanyut karena banjir dan seorang bayi yang meninggal karena terputusnya aliran listrik ke Puskesmas Pangkalan,” kata Sutupo, Kamis (9/3)

Dari hasil Rapat Evaluasi Harian Penanganan Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Longsor di Kab Limapuluh Kota per tanggal 8 Maret 2017 pukul 19.00 Wib dilaporkan  masih terdapat longsoran kecil di sekitar longsoran awal di kawasan Koto Alam. Kondisi ini jelas menjadi kendala bagi tim untuk mencari korban lain.

Untuk jalur lalu lintas antar dua provinsi Riau dan Sumbar, saat ini sudah bisa dilalui. “Pihak pekerjaan umum terus melakukan pembersihan material longsor sehingga secara umum jalan Payakumbuh – Pangkalan sudah bisa dilewati,” ujarnya.

Untuk kendaraan berat yang sebelumnya sempat dilarang, saat ini juga sudah bisa dilewati.

Sementara untuk korban yang terisolir di Kecamatan Kapur IX, pihak BNPB mengerahkan dua helikopter ke lokasi.

“Saat ini BNPB mengerahkan 2 helikopter untuk mengirimkan bantuan logistik ke Kec. Kapur IX (Nagari Galugua dan Kotolamo) karena akses darat masih sulit dilakukan,” ucapnya lagi. (dr)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.