Jumat, 22 Oktober 2021

Rano Karno Siap Dipanggil KPK, Terkait Kasus Alkes

Rano Karno Siap Dipanggil KPK, Terkait Kasus Alkes

Jakarta, Swamedium.com– Dalam persidangan tindak pidana korupsi (Tipikor) kasus pengadaan alat kesehatan Rumah Sakit Rujukan Pemerintah Provinsi Banten dengan terdakwa Mantan Gubernur Banten yaitu Ratu Atut Chosiyah.
Jaksa Penuntut umum (JPU) menyebut nama Rano Karno ikut menerima uang Rp 300 juta dari hasil korupsi Ratu Atut dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat (8/3).

Banner Iklan Swamedium

“Berkaitan dengan pemberitaan yang terbit di beberapa kanal media tentang surat dakwaan di persidangan Ratu Atut Chosiyah yang menyebutkan adanya aliran dana kepada saya, saya tegaskan dalam kesempatan ini bahwa saya membantah informasi tersebut. Informasi itu tidak benar dan merupakan pendapat yang tidak berpijak pada kenyataan sesungguhnya,” ujar Rano, Rabu (8/3).

Rano mengatakan, bahwa informasi yang menyebutkan namanya ikut menerima aliran dana tersebut tidak benar. Rano menduga hal itu sengaja di lakukan untuk membunuh karekternya dalam Pilgub Banten.

“Informasi itu hanya fitnah dan penuh dengan intrik politik yang ditujukan untuk membunuh karakter saya yang sedang mengikuti Pemilihan Gubernur Banten 2017 di mana Putra Ratu Atut Cosiyah yakni Andika Hazrumi menjadi pesertanya,” Pengakuan Rano.

Pria yang berperan sebagai Bang Doel di sinetron ‘Si Doel Anak Sekolahan’ ini menghargai siapa saja dan tidak melarang siapapun untuk memberi kesaksian kepada penyidik dalam kasus ini.

Rano juga menyampaikan kepada aparat penegak hukum dapat menilai dan menelaah kasus ini secara adil.

“Saya sangat menghargai dan tidak bisa melarang seseorang saksi berpendapat atau memberikan kesaksikan kepada penyidik ataupun di ruang-ruang sidang. Saya meyakini aparat hukum memiliki cara dan alat untuk membuktikan pendapat setiap saksi,” kata bang Doel.

“Saya masih yakin seyakin-yakinnya penegak hukum, penyidik di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki instrumen dalam membuktikan setiap informasi yang disampaikan narasumber,” lanjutnya.

Dirinya pun menyatakan siap apabila dipanggil oleh KPK untuk membuktikan bahwa ia tidak menerima aliran dana terkait kasus yang menjerat Ratu Atut Chosiyah.

“Dengan hati yang tulus saya siap menjadi saksi dan bekerjasama dalam membantu membuktikan fakta-fakta, agar kebenaran bisa ditegakkan dan masyakat Banten bisa merasakan keadilan. Tidak ada keraguan, saya siap kapanpun jika KPK membutuhkannya,” pungkasnya. (JM/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita