Jumat, 22 Januari 2021

Ini Solusi Anies-Sandi Atasi Kemacetan di Jakarta

Ini Solusi Anies-Sandi Atasi Kemacetan di Jakarta

Foto: ilustrasi lalu lintas Jakarta (ist)

Jakarta, Swamedium.com– Kemacetan lalu lintas di Jakarta menyebabkan perjalanan warga dari pinggiran Jakarta menuju tempat kerja di pusat kota Jakarta menjadi tidak efektif dan efisien.

Banner Iklan Swamedium

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini warga Jabodetabek bisa meninggalkan rumah 14-16 jam dalam sehari.

Lamanya durasi meninggalkan rumah tak lepas dari lamanya waktu perjalanan menuju lokasi kerja, terutama dari daerah penyangga ke pusat kota Jakarta. Rentang waktu tersebut jika dihitung dengan nyata maka bisa dibilang waktu berangkat pukul 05.00 dan sampai di rumah kembali jam 20.00 WIB.

Pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 3 Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno mempunyai solusi mengatasi kemacetan di Jakarta. Paslon yang diusung Partai Gerindra dan PKS ini menawarkan program kerja yang disebut “Transportasi Terintegrasi”. Bagaimana program kerja tersebut? Begini yang diuraikan pada laman jakartamajubersama.com :

1. Menyambungkan seluruh angkutan umum bertrayek dengan tiket terusan. Misalnya sekali jalan masyarakat hanya bayar Rp. 5000, sudah bisa naik transjakarta, kopaja, metromini, dan angkutan umum. Prinsipnya, transportasi terjangkau untuk seluruh warga Jakarta.

2. Menyediakan sekolah pengemudi angkutan umum agar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Menata transportasi tidak hanya dengan membangun infrastruktur, tetapi harus membangun SDM-nya.

3. Bekerja sama dengan PT KAI menata kawasan di sekitar stasiun. Layanan kereta yang baik tidak didukung fasilitas pejalan kaki, pesepeda dan angkutan pengumpan di sekitar stasiun, sehingga belum membuat nyaman pengguna angkutan umum dan warga sekitarnya.

4. Menata dan membina pengemudi angkot dan ojek untuk meningkatkan aspek keselamatan. Saat ini pemprov masih menganggap ojek sebagai angkutan ilegal. Padahal ojek sangat dibutuhkan masyarakat. Perlu ada kebijakan transisi mengatasi kesenjangan ini mengingat 75% kasus kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda motor.

5. Penyediaan fasilitas park and ride yang terjangkau, tertata, dan tersebar luas sepanjang jalur KRL, MRT dan Transjakarta, sehingga meningkatkan minat masyarakat menggunakan angkutan umum.

6. Mendukung kepolisian menerapkan penegakan hukum lalu lintas berbasis elektronik. Petugas kepolisian tidak harus di lapangan, tetapi masyarakat tertib dan taat aturan lalu lintas.

7. Menerapkan jalan berbayar berbasis elektronik (electronic road pricing), yang telah tertunda lama, dan membentuk badan pengawas independen agar dananya bisa dimanfaatkan untuk meningkatan kualitas pelayanan angkutan umum.

8. Mempercepat pembangunan MRT dan LRT, menata bangunan di sepanjang jalurnya dengan sistem Transit Oriented Development (TOD). TOD adalah memaksimalkan angkutan massal yang dilengkapi fasilitas pejalan kaki / sepeda.

9. Meningkatkan tata kelola terminal dan simpul transportasi lain agar memberikan rasa aman dan nyaman masyarakat dalam melakukan perjalanan.

10. Menyediakan fasilitas pejalan kaki yang ramah iklim tropis serta terintegrasi dengan stasiun KRL dan halte Transjakarta.

11. Mendata, menata, dan mengatur angkutan berbasis online, sehingga bersinergi dengan pemerintah mengatasi kemacetan Jakarta. Kehadiran teknologi dalam sistem transportasi tidak terelakkan. Perlu ada aturan adil dan saling menguntungkan bagi kemaslahatan warga Jakarta.

12. Mempercepat proses pembangunan tol lingkar luar dan tidak membangun 6 ruas tol dalam kota yang menambah kemacetan Jakarta.

13. Menyiapkan masterplan transportasi yang lebih manusiawi dan adil untuk warga Jakarta. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita