Selasa, 29 September 2020

Menembus Belantara Leuser (Bagian 1)

Menembus Belantara Leuser (Bagian 1)

Kutacane, Swamedium.com — Semua barang bawaan telah dinaikkan ke atas mobil L300 ‘Karsima’. Tepat pukul 21.30 WIB, kami pun meninggalkan Kota Medan, tujuannya adalah Dusun Kedah, Desa Penosan Sepakat, Aceh Tenggara. Desa terakhir di salah satu kaki Pegunungan Leuser.

Hari ke 1
Pukul 11.05 WIB, kami tiba di kediaman Mr. Jali si “Macan Leuser”, di Dusun Kedah. Hampir 13 jam sudah kami tempuh perjalanan dari Medan. Beberapa rekan mengurus perizinan dan administrasi, sisanya melakukan packing (pengemasan) ulang barang yang tersisa ke dalam carrier. Perizinan selesai, negosiasi dengan guide (pemandu) pendakian beres… dan petualangan pun dimulai.

Pukul 18.00 WIB, tim memulai pergerakan. Bang Udin yang menjadi guide (pemandu) tim memimpin perjalanan, target hari ini bermalam di Green Sinebuk. Jalan yang kami lalui ialah jalan setapak melewati ladang penduduk, tak berapa lama kami menyeberangi sungai berarus deras dengan lebar sekitar 5 meter, berjalan di atas jembatan bambu yang melintang di atas sungai dengan beban di pundak.

Selepas sungai, tiba-tiba seekor babi hutan melintas di depan kami, berlari masuk ke dalam semak belukar, sambutan yang cukup meriah.

Kami tiba di Green Sinebuk (1.300 mdpl) pukul 19.00 WIB, areal bungalo yang dikelola oleh Mr. Jali. Nyala api unggun dan suara gitar menyeruak, rupanya sedang ada tamu dari luar negeri yang berkunjung di kawasan ini. Aroma bebek yang mereka panggang pun menghampiri hidung kami, cukup membuat perut kami berontak minta diisi.

Hari ke 2
Pukul 07.30 WIB, suhu 15º C, tim sudah bersiap-siap. Target hari ini Camp Bivak I. Setelah berdo’a, pukul 08.00 WIB, tim mulai bergerak. Track (jalur) awal melewati tepian sungai yang licin, dengan sebatang pohon tumbang di jalur yang menanjak. ‘Tanjakan Tenyom’ begitu kami menyebutnya. Sangat curam. Nafas pun memburu. Itu belum seberapa, karena kami juga harus menunduk, bahkan merayap di bawah portal-portal alam yang seolah sengaja diletakkan agar setiap pendaki menunduk memberi hormat pada gunung ini.

Pages: 1 2 3 4 5 6

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.