Sabtu, 12 September 2020

Menembus Belantara Leuser (Bagian 2)

Menembus Belantara Leuser (Bagian 2)

Kutacane, Swamedium.com — Pukul 13.00 WIB, dengan panas yang menyengat 23º C, kami melanjutkan pergerakan. Medan berikutnya tidak jauh berbeda kondisinya seperti dari Camp Padang Rumput tadi. Banyak ‘bonus’.

Pukul 17.25 WIB, kami tiba di area dengan sebuah telaga atau lebih tepatnya kami sebut kubangan di dekatnya. Kami telah tiba di Camp Kolam Badak (2.550 mdpl).

Baca juga: Menembus Belantara Leuser (Bagian 1)

Hari ke 7
“Target hari ini Camp Putri,” ucap Bang Udin di sela-sela doa. Setelah menanam paket makanan (paket 11), pukul 09.45 WIB, kami mulai bergerak. Baru start pergerakan, kami sudah dipaksa menikmati ‘Tanjakan Tenyom’ yang disebut ‘eskalator mati’ oleh orang-orang Sumatra.Berharap berakhir, ternyata di balik bukit yang sedang kami daki terdapat bukit lagi yang menjulang tinggi. Kami terkesima seraya menggeleng-gelengkan kepala. Bang Udin nampak jauh di depan kami, begitu kecil. Panas matahari yang menyengat membuat kami cepat lelah, peluh mengucur deras.

Pukul 11.30 WIB, kami tiba di Camp Bivak Kaleng (2.970 mdpl). Dataran terbuka yang di sana-sini tampak berserakan sampah kaleng berkarat. Menurut bang Udin, kaleng-kaleng itu merupakan peninggalan Belanda sewaktu ekspedisi Leuser pertama pada 1937. Berbeda dengan informasi yang kami dapat dari sebuah buku petualangan, kaleng-kaleng itu adalah bekas kemasan makanan yang didrop dari helikopter untuk rombongan pendaki yang kehabisan perbekalan.

Hari yang melelahkan, kondisi beberapa anggota tim terlihat sedikit menurun. Setelah memasang flysheet untuk makan siang, beberapa dari kami segera merebahkan badan, berharap kondisi tubuh bisa kembali fit untuk melanjutkan perjalanan nanti.

Pukul 14.00 WIB, setelah makan siang, kami melanjutkan pergerakan, masih naik-turun bukit dengan medan yang terbuka. Terkadang harus bergelayut pada akar pohon menghindari jurang dan pijakan yang longsor. Jam menunjuk angka 16.00 WIB, di depan terlihat kepulan asap dengan teriakan-teriakan kecil anggota tim memberi semangat. Rupanya rombongan depan telah sampai di Camp Putri. Bergegas kami mempercepat langkah. Area terbuka di ketinggian 2.930 mdpl ini memberikan kami pemandangan Puncak Syamsudin Mahmud, Puncak Loser, dan Puncak Leuser.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.