Jumat, 03 Desember 2021

Agustina Mencari Kehidupan dengan Ban Becak yang Kempes

Agustina Mencari Kehidupan dengan Ban Becak yang Kempes

Foto: Agustina dengan dua anaknya, setiap hari mencari barang bekas dengan becak barang yang semuanya bannya sudah kempes. (elfiyon tanjung)

Padang, Swamedium.com– Kadang, banyak alasan bahwa hidup ini patut dibilang kejam. Apalagi bagi orang yang ekonominya terbatas. Begitulah kehidupan yang dialami Agustina.

Banner Iklan Swamedium

Dengan raut wajah yang tampak menahan berat, Agustina mendorong becak rapuhnya sekuat tenaga. Becak dayung dengan dua bannya sudah pecah dan nyaris lepas dari bingkainya. Tanpa angin. Sungguh betapa beratnya, seperti kita pernah merasakan pecah ban motor dan mendorongnya sebegitu jauh. Mungkin ini lebih dari itu.

Dua anak usia Sekolah Dasar duduk di atasnya ikut menambah berat beban, tapi mereka juga seakan menahan berat menyaksikan emaknya yang tengah berjuang mencari hidup dari mengumpulkan barang-barang plastik bekas yang tercecer di jalanan atau tempat sampah orang.

Sekilas hanya terlihat ban depan saja yang kemps. Ternyata bukan. Dua ban belakang juga kempes. Kedua bannya pecah dan terlihat sobekannya. Masyaallah. Melihat saja, rasanya nafas saya menjadi sesak. Iba dan terenyuh.

Agustina, punya suami tapi sudah beberapa tahun tak pernah kembali. Dua anaknya sepulang sekolah diajak “maraok” atau memulung. Satu anaknya lagi yang mengalami keterbelakangan terpaksa di rumah. Seminggu hasil barang bekas ditumpuk hanya menghasilkan tak lebih Rp 150 sampai dengan Rp 200 ribu saja.

Apa yang bisa saya bantu lakukan? Dia hanya diam sambil memandang bergantian dua anak laki-laki dan perempuannya. Lalu memandang becak rentanya. Saya mengerti tatapan itu. Tatapan harapan. Menyembunyikan duka di balik roda.

Hujan pun mulai turun menimpa muka dan kepala. Saya pun tak tega harus menahan ibu dan dua anak ini terlalu lama.

Dengan becak yang tinggal roda, Ia pun beringsut pergi dalam hujan. Tertatih, pelan. Sedangkan dua anaknya menutup kepala dengan selembar plastik seadanya.

Dapat Becak Baru

Meski mengais rezeki dengan memulung, Agustina itu ternyata pukul 05.00 atau pukul 06.00 wib sudah berangkat dari gubuknya di Lolong Padang. Mengantar dua anaknya sekolah dan mencari barang bekas. Pulangnya kadang pukul 18.00 wib, kadang sampai malam.

Kisah Agustina ini kemudian menyentuh sejumlah dermawan. Lewat Lazis Mitra Ummat Madani Kota Padang, para dermawan ini beriuran untuk membelikan becak dayung yang baru buat Agustina.

“Alhamdulillah becak dayung baru untuk Agustina telah selesai lengkap dengan bak barangnya. Semua dari kedermawanan bapak ibu dan sahabat semua yang “badoncek” atau patungan melalui Lazis Mitra Ummat Madani Padang. Semoga Allah balas kebaikan kita semua dengan kemudahan dunia dan akhirat. Aamiin.” (dr)

*Disarikan dari tulisan Elfiyon Tanjung, Pekerja Sosial Lazis Mitra Ummat Madani

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita