Jumat, 14 Mei 2021

Dana Repatriasi Pajak di Pasar Modal Capai Rp9 Triliun

Dana Repatriasi Pajak di Pasar Modal Capai Rp9 Triliun

Jakarta, Swamedium.com — Pasar Modal Indonesia hingga akhir Februari ini telah menerima aliran dana repatriasi hasil dari program pengampunan pajak (tax amnesty) mencapai Rp9 triliun. Aliran dana repatriasi ini diprediksi terus meningkat jika pemilik dana menemukan instrumen investasi yang sesuai dengan harapannya.

Banner Iklan Swamedium

“Ada yang masuk ke saham, masuk ke reksadana, ada juga yang masuk ke KPD (Kontrak Pengelolaan Dana), terus ada yang diobligasi pemerintah,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan Nurhaida sebagaimana dikutip oleh kantor berita Antara di Jakarta, akhir pekan lalu.

Nurhaida menjelaskan dana repatriasi ini sempat mengendap lama di gateway perbankan, namun kini para pemilik modal telah menemukan instrumen investasi yang menarik di pasar modal dan menawarkan imbal hasil menarik.

“Pemilik dana kelihatannya mulai mencari instrumen yang sesuai dengan harapan mereka, dan itu kebanyakan produk pasar modal. Pasar modal pada dasarnya memberikan return yang lebih tinggi dibandingkan produk perbankan,” jelasnya.

Dia menambahkan instrumen investasi di pasar modal telah menjadi pilihan pemilik dana karena saat ini industri pasar modal sedang tumbuh dan berkembang pesat serta mendapatkan kepercayaan dari investor. Ke depan, Nurhaida berkeyakinan dana yang masuk ke pasar modal bakal lebih besar lagi seiring upaya pelaku pasar modal untuk menjaga kepercayaan investor.

Instrumen yang diminati oleh investor peserta amnesti pajak adalah produk reksadana, diikuti oleh saham dan KPD. Investasi di reksa dana ditaksir mencapai Rp1,5 triliun, saham Rp400 miliar, dan KPD mencapai ratusan miliar rupiah.

Salah satu tujuan pemerintah menerapkan program Tax Amnesty adalah untuk mendapatkan sumber penerimaan dari repatriasi dana yang selama ini diparkir oleh wajib pajak Indonesia di luar negeri.

Sekjen Menteri Keuangan Hadiyanto dalam kesempatan berbeda mengatakan dana besar-besaran yang masuk lewat repatriasi ini akan menambah likuiditas perbankan nasional, meningkatkan investasi di sector riil dan infrastruktur. Dampak dari masuknya dana tersebut juga akan memperkuat nilai rupiah.

Sementara itu, dari kalangan pelaku investasi mengatakan aliran dana repatriasi itu akan masuk ke Tanah Air bila pemilik dana menemukan instrumen investasi yang sesuai dengan harapannya. (maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita