Senin, 21 September 2020

Gawat, Ribuan Perawat Di Jatim Belum Terima Tunjangan

Gawat, Ribuan Perawat Di Jatim Belum Terima Tunjangan

Foto: Kepala Biro Humas Pemprov Jatim, Benny Sampir Wanto. (Ari/swamedium)

Surabaya, Swamedium.com– Ribuan tenaga perawat di 20 kabupaten/kota di Jatim hingga saat ini belum menerima tunjangan. Alasannya, belum ada revisi dari APBD kabupaten/kota tentang penganggaran untuk memberikan tunjangan kepada perawat tersebut. 20 daerah tersebut diantaranya Tulungagung, Pamkasan dan Sampang, dan Sumenep. Juga, Kabupaten dan Kota Probolinggo, Kab. Bojonegoro, serta Lumajang.

Diungkapkan oleh Kepala Biro Humas Pemprov Jatim, Benny Sampir Wanto mengatakan 20 daerah tersebut belum menyelesaikan perjanjian kerjasama (PKS) tentang pelaksanaan Prioritas bidang kesehatan yang diantaranya berisi alokasi dana tunjangan bagi tenaga medis di pondok kesehatan desa atau ponkedes.

”Ada 31 kabupaten/kota yang memiliki ponkesdes, tiga daerah telah klir PKS-nya, yaitu Bangkalan, Gresik dan Trenggalek. Artinya, baik Bupati maupun Gubernur Jatim telah menandatangani PKS tersebut. Sementara itu, sebanyak 8 PKS saat ini dalam proses ditandatangani oleh Gubernur Jatim, yaitu kabupaten Kab. Sidoarjo, Madiun, Magetan, Blitar, Jember, Bondowoso, Pacitan dan Malang,”ungkapnya di Surabaya, Senin (13/3).

Benny mengatakan salah satu penyebab daerah belum menyerahkab berkas PKS-nya ke Jatim, diantaranya masih adanya revisi materi atau substansi oleh bupati/walikota serta belum teranggarkannya dana sharing tersebut dalam APBD-nya.

Sekedar diketahui, pemberian tunjangan oleh Pemprov. Jatim kepada para perawat memiliki besaran yang sama antar satu daerah dengan lainnya, yaitu sebesar Rp.1,450 juta. Namun demikian, sharing oleh kabupaten tergantung dari daerah setempat yang disesuaikan kekuatan APBD.

Misalnya, untuk perawat di Gresik, Pemprov. menyediakan dana sebesar Rp.1,450 juta/perawat, sementara Pemkab Gresik menyiapkan Rp.750 ribu/perawat. Ini berbeda dengan Trenggalek, yang Pemkab-nya/menyediakan dana sebesar Rp.500 ribu/per perawat. Sementara itu, Pemkab Bangkalan menyiapkan dana Rp.435 ribu bagi setiap perawatnya yang bekerja di ponkesdes di wilayah itu. (Ari)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.