Kamis, 04 Juni 2020

Giant Sea Wall Hanyalah Ambisi, Bukan Kebutuhan

Giant Sea Wall Hanyalah Ambisi, Bukan Kebutuhan

Menurut Fatchy Muhammad, tanggul A giant sea wall (GSW) tidak bermasalah, tetapi tanggul B dan tanggul C tidak perlu. (RRP/Swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Menurut seorang hidrogeolog, Ir. Fatchy Muhammad, kita tidak memerlukan giant sea wall (GSW) dalam mengatasi banjir rob di Jakarta Utara atau muara.

Fatchy mengusulkan, Jumat (10/3), solusi banjir rob di Jakarta Utara atau muara: (a) tanggul penahan air pasang (tidak perlu GSW); (b) ruang terbuka hijau (RTH); (c) ruang terbuka biru (RTB) atau kolam retensi (penyimpanan atau penahanan); (d) rain harvesting (air hujan disimpan di storage).

“Saya termasuk yang tidak sependapat sama giant sea wall,” ungkap Fatchy yang juga merupakan bagian dari Masyarakat Air Indonesia.

Menurut Fatchy, tanggul A GSW tidak ada masalah, tetapi tanggul B dan tanggul C tidak perlu. Rencana pemprov. DKI Jakarta akan membuat waduk yang besar di sana. Waduk itu digunakan untuk menampung air hujan dan air limbah dari muara sungai. Lalu, air di dalam waduk itu akan diolah dan disalurkan ke Jakarta. Fatchy menilai upaya itu akan memberatkan karena pemompaan air dari utara ke selatan (yang menanjak) akan mengeluarkan biaya yang besar.

Fatchy berpendapat sebaiknya pemprov. membuat waduk-waduk resapan di selatan. Baginya, itu merupakan bagian dari solusi banjir kiriman dari hulu. Selain itu, air dari waduk-waduk resapan yang berasal dari air hujan (tanpa air limbah) itu dapat menjadi sumber air baku untuk perusahaan daerah air minum (PDAM). (RRP)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.