Sabtu, 04 Desember 2021

Oknum Yang Catut Nama Gerindra Dukung Ahok-Djarot, Akan Diproses Hukum

Oknum Yang Catut Nama Gerindra Dukung Ahok-Djarot, Akan Diproses Hukum

Foto: Achmad Hidayat (tengah) dan Maulana Yusuf (kiri) asal Duren Sawit , Jakarta Timur sudah bukan kader Partai Gerindra masing-masing sejak 18 Februari dan 20 Februari 2017. (ist)

Jakarta, Swamedium.com– Ketua DPC Gerindra Jakarta Timur Adi Kurnia Setiadi menyesalkan kejadian adanya oknum yang mengaku kader Gerindra dan menyatakan dukungannya terhadap Paslon Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

Banner Iklan Swamedium

Adi pun mengancam akan mengambil tindakan tegas kepada oknum tersebut termasuk menempuh jalur hukum.

“Orang yang bernama Achmad Hidayat dan Maulana Yusuf sejak lama bukan lagi pengurus ranting apalagi pengurus Gerindra Jakarta Timur, oleh karenanya dia tidak berhak mengatasnamakan pengurus ranting Gerindra,” kata Adi dalam rilisnya Minggu (12/3).

Adi kembali menegaskan, tidak benar pengurus ranting Partai Gerindra Duren Sawit Jakarta Timur mendeklarasikan dukungannya terhadap pasangan Ahok-Djarot.

“Kami perlu menegaskan kembali bahwa tidak benar pengurus ranting Gerindra Duren Sawit menyatakan dukungan kepada pasangan Ahok-Djarot. Struktur partai di tingkat ranting Duren Sawit sampai saat ini tetap solid, dan loyal mendukung pasangan Anies-Sandi,” ujarnya.

Dirinya juga menyayangkan tindakan oknum dari sebuah partai yang telah memanfaatkan Achmad dan Maulana.

“Kami sangat menyesalkan tindakan oknum (partai) tertentu yang memanfaatkan kedua orang mantan pengurus ranting tersebut untuk kepentingan politik yang tidak sehat,” kata Adi dalam rilisnya.

Pihak Gerindra akan melakukan upaya hukum jika oknum parati tersebut tidak meminta maaf.

“Kami akan melakukan upaya hukum jika oknum (partai) tersebut tidak meminta maaf dihadapan publik. Tindakan oknum (partai) itu dianggap telah memprovokasi kedua mantan pengurus ranting tersebut,” tandasnya.

Keduanya, Achmad dan Maulana juga sudah membuat surat pernyataan secara lisan dan tertulis di atas materai. Isinya adalah status keduanya yang sudah tidak aktif sebagai pengurus ranting.

“Mereka berdua mengaku dijebak dan diiming-imingi sejumlah uang yang sampai saat ini belum diterima,” tambah Adi.

“Kami akan bawa kasus ini ke Bawaslu dan polisi kalau terbukti ada unsur pidana,” ucapnya.

Sementara Achmad sendiri mengakui kalau motivasinya adalah hanya untuk uang semata. Hal itu diucapkan oleh Achmad kepada pengurus Gerindra.

“Saya sudah keluar dari Gerindra. Dan saya lakukan untuk uang semata,” ucapnya.

Sementara Wakil Ketua Umum DPP Ketua Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan telah terjadi pencatutan nama dan logo Gerindra.

“Kami menganggap nama dan logo Gerindra telah dicatut dan dipergunakan secara tidak sah. Itu ada konsekuensi hukumnya,” kata Dasco dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/3).

Untuk diketahui, Achmad Hidayat resmi keluar dari Partai Gerindra, tanggal 18 Februari 2017. Lalu, diikuti Maulana Yusuf tanggal 20 Februari 2017. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita