Jumat, 29 Mei 2020

Pengusaha di DKI Gratis Urus Izin Edar BPOM

Pengusaha di DKI Gratis Urus Izin Edar BPOM

Foto: Roti Swanish, salah satu produk UMKM di Indonesia (ist)

Jakarta, Swamedium – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mendorong para pengusaha produk pangan olahan di Provinsi DKI Jakarta untuk mengurus izin edar produknya dengan memberikan fasilitas biaya nol persen atau gratis. Izin edar produk pangan olahan tersebut penting untuk menjaga keamanan pangan yang dijual ke masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing produk.

Kepala BPOM DKI Jakarta Dewi Prawitasari mendorong pelaku UMKM pangan olahan untuk mengurus izin edar produknya guna memastikan produknya aman dikonsumsi oleh masyarakat sekaligus meningkatkan daya saingnya. Khusus untuk wilayah Provinsi DKI Jakarta, BPOM tidak memungut biaya untuk pengurusan izin edar tersebut.

“Silakan datang ke Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan di Jakarta. Tidak ada biaya atau gratis, khususnya untuk di wilayah Jakarta,” jelasnya saat ditemui dalam kegiatan pameran Info Franchise dan Business Concept 2017 (IFBC) di Jakarta, Minggu.

Dalam acara IFBC yang berlangsung di Balai Kartini, Jakarta pada 10-12 Maret 2017 tersebut, BPOM membuka stand khusus guna melayani pertanyaan para pelaku usaha dan masyarakat terkait izin edar produk olahan dan keamanan produknya.

Menurut Dewi, banyaknya pangan olahan tanpa izin edar BPOM atau izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) yang beredar luas di masyarakat bisa merugikan masyarakat yang membelinya bila produk tersebut ternyata mengandung bahan-bahan yang berbahaya bagi kesehatan. Untuk itu, masyarakat disarankan lebih berhati-hati dalam memilih produk. Sebelum membeli sebaiknya memastikan produknya tidak mengandung bahan berbahaya, seperti formalin, boraks, zat pewarna tekstil, dan sebagainya.

“Apabila produknya tidak ada label BPOM atau izin PIRT, konsumen harus lebih berhati-hati. Jika ragu-ragu, lebih baik tidak dibeli,” kata dia.

Dewi menambahkan pelaku usaha pangan olahan juga tidak perlu ragu-ragu untuk mengurus izin edar di BPOM atau PIRT. Sementara itu, bagi masyarakat apabila menemui produk pangan dan obat-obatan yang dicurigai menggunakan bahan yang berbahaya, disarankannya untuk menghubungi Halo BPOM dengan nomer telepon 1500533.

Izin edar dari BPOMdiperlukan untuk produk pangan olahan yang biasanya sudah masuk kategori berisiko atau diproduksi oleh industri besar, contohnya produk olahan beku daging nugget. Izin edar dengan tanda MD yang ada 10 digit angka, untuk makanan dalam negeri, sedangkan makanan dari luar negeri memiliki izin edar ML dengan 12 digit angka. Untuk pangan olahan berisiko rendah yang biasa diolah di rumah-rumah menggunakan alat olahan sederhana, seperti kripik, krupuk dll izin edarnya PIRT yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) daerah setempat.

Saat ini, menurut Dewi, Balai POM juga sudah bekerja sama dengan Pemprov. DKI untuk melakukan stikerisasi pangan siap saji yang dijajakan oleh pedagang kaki lima/PKL, tetapi masih terbatas pada lokasi binaan dari Dinas KUKMP. “PKL yang sudah distikerisasi, gerobaknya akan diberi stiker,” jelasnya.

Produsen roti merek Swanish, yaitu PT Swanish Boga Industria adalah contoh produsen makanan yang telah memiliki kesadaran untuk mengurus izin edar dari BPOM sekaligus sertifikasi produk halal dari LPOM MUI.  “Izin edar dan sertifikasi halal itu membuat konsumen tidak ragu-ragu memilih produk kami dan agen juga lebih yakin dalam menjualnya. Apalagi Swanish merupakan roti yang sehat untuk keluarga, sudah pasti produknya harus menggunakan bahan dan proses yang aman,” ujar Mukti Wibowo, team keagenan Swanish.

Direktur Eksekutif Indonesia Halal Watch, Ikhsan Abdullah, berharap proses pengurusan sertifikasi halal dari LPPOM MUI dan izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) bisa satu pintu.Langkah tersebut, diyakininya akan memudahkan upaya pemberian sertifikasi gratis bagi pelaku UMKM.

“Berharap ke depan satu pintu saja. Jadi tidak bolak-balik dan merepotkan UMKM,” tuturnya beberapa waktu.(maida)

 

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.