Sabtu, 08 Agustus 2020

UNICEF: 2016 Masih Menjadi Tahun Terburuk bagi Anak-Anak Suriah

UNICEF: 2016 Masih Menjadi Tahun Terburuk bagi Anak-Anak Suriah

Majed (13) mengenang ledakan di lingkungan rumahnya yang menewaskan temannya, Omar (11). (Khudr Al-Issa/UNICEF)

Aleppo, Swamedium.com — Jumlah anak-anak Suriah yang cedera, meninggal, atau direkrut perang meningkat pada 2016.

Pada suatu pagi musim dingin Januari 2017, Majed (13) dan temannya, Omar (11) sedang menuju ke taman dekat rumah mereka di Aleppo timur untuk bermain dan bersepeda. Terjadi dua pekan setelah gencata senjata pada Desember 2016. Ketenangan dalam perang itu membuat anak-anak bermain ke luar, padahal itu pun masih berisiko bagi mereka.

Dalam perjalanan mereka ke taman, mereka melihat objek logam aneh yang terbenam di pasir.

“Itu terlihat seperti kaleng soda. Aku melangkahinya, dan ia meledak,” kenang Majed.

“Aku terlempar ke udara, tetapi aku tetap sadar,” katanya. “Aku hanya mengkhawatirkan Omar, aku tidak tahu bagaimana cara menolongnya.”

Orang-orang bersegera ke tempat kejadian untuk menjemput Majed dan Omar yang terluka parah.

Pecahan peluru meriam melukai wajah dan tubuh Majed, menyebabkan sebagian isi perutnya harus dikeluarkan. Namun, ia “beruntung” karena kakinya tidak diamputasi.

“Aku sangat kedinginan dan kesakitan,” ungkap Majed menceritakan pengalamannya saat itu.

Sedangkan, Omar belum sempat dievakuasi ke rumah sakit, ia meninggal di dalam taksi lima menit setelah dua orang menyelamatkan keduanya.

Kisah Majed dan Omar diceritakan dalam laporan yang dipublikasikan oleh UNICEF pada Senin (13/3). Meskipun gencatan senjata masih berlangsung, insiden mematikan–seperti yang dialami oleh kedua anak itu–berlanjut, menyoroti apa yang UNICEF katakan sebagai level “tertinggi dalam catatan” “pelanggaran berat terhadap anak-anak” di Suriah sejak perang dimulai pada 2011.

Laporan itu menyebut, “Kejadian pembunuhan, pencederaan, dan perekrutan (perang) terhadap anak-anak yang telah diverifikasi meningkat tajam pada tahun lalu (2016) dalam eskalasi drastis akan kekerasan di seluruh negeri (Suriah).”

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.