Jumat, 14 Mei 2021

Waktu yang Tepat Beli Properti

Waktu yang Tepat Beli Properti

JAKARTA, Swamedium.com – Selain emas, properti merupakan salah satu instrumen investasi yang banyak diminati oleh masyarakat. Sebab, investasi properti menjanjikan potensi keuntungan yang relatif besar bila konsumen bisa memilih properti dan waktu investasi yang tepat.

Banner Iklan Swamedium

Ada tiga indikator yang bisa digunakan untuk melihat peluang investasi properti yang tepat, yaitu tingkat suku bunga Bank Indonesia (SBI), suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan inflasi.

“Saat ini, suku bunga SBI sebesar 4,75%, sedangkan suku bunga KPR turun. Bahkan, ada bank swasta yang memberikan bunga hanya 6%, sedangkan inflasi rendah,” kata Agung, konsultan properti yang memasarkan produk dari Developer BSA Land, kemarin.

Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa harga barang terkontrol dengan baik oleh pemerintah dan perekonomian punya potensi membaik. Oleh karena itu, menurut Agung, saat in adalah momentum yang tepat untuk menentukan properti yang tepat untuk investasi. Sebab, berinvestasi di properti juga harus selektif agar memberikan keuntungan yang lebih baik.

“Ada tiga hal yang menjadi patokan dalam berinvestasi properti, yakni lokasi, pengembang dan limitasi,” jelasnya.

Lokasi menentukan harga jual. Lokasi yang strategis akan memiliki nilai jual yang melambung tinggi dalam waktu yang cepat. “Keuntungan properti itu didapat saat membeli, bukan menjual. Artinya, kalau membeli di lokasi yang bagus, sudah pasti keuntungan ada di tangan,” kata dia.

Selain lokasi, pemilihan pengembang atau developer juga sangat penting. Profil atau rekam jejak pengembang perlu dipertimbangkan guna menghindari potensi kegagalan dalam pembangunannya, sementara konsumen sudah mengeluarkan dana untuk membeli propertinya. Menurut Agung, profil dan komitmen dari pengembang perlu diperhatikan oleh pembeli agar tidak terjebak pada investasi yang salah.

Kemudian, soal limitasi produk properti menjadi nilai tambah agar hasil investasinya menguntungkan.Alasannya, sesuatu yang diproduksi terbatas, maka harga barangnya akan menjadi mahal. Dengan demikian, semakin sedikit produk yang disediakan oleh pengembang, maka nilai investasinya akan semakin tinggi.

“Itulah mengapa produk mewah selalu tersedia dalam edisi yang terbatas. Sebab akan menunjukkan kelas atau segmen yang terbatas. Dan, tentu juga sebagai nilai eksklusif,” tambahnya.

Senada dengan Agung, Direktur Utama PT PP properti Tbk (PPRO) Taufik Hidayat mengatakan,sektor properti di tahun 2017 makin menjanjikan. Hal tersebut,tidak lepas dari terus meningkatnya pertumbuhan ekonomi. Jika ekonomi membaik, maka permintaan properti dipastikan juga bakal meningkat.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), di tahun 2015, pertumbuhan ekonomi nasional hanya 4,88% atau menjadi yang terendah dalam enam tahun terakhir, sedangkan pertumbuhan ekonomi tahun 2016 tumbuh 5,02%. Untuk 2017, Bappenas memprediksikan pertumbuhan ekonomi bakal berada diangka 5,3%.

Investasi akan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi di tahun ini. Pemerintah tidak memiliki alternatif pendorong ekonomi akibat melesunya belanja Negara, konsumsi rumah tangga dan pemerintah serta ekspor-impor yang masih defisit. (maida)

Banner Iklan Swamedium

 

 

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita