Selasa, 15 September 2020

Ekonomi Syariah, Solusi Tepat Atasi Kesenjangan

Ekonomi Syariah, Solusi Tepat Atasi Kesenjangan

Foto: Agustina dengan dua anaknya, setiap hari mencari barang bekas dengan becak barang yang semuanya bannya sudah kempes. (elfiyon tanjung)

Jakarta, Swamedium.com – Sistem Ekonomi Syariah dan keberpihakan pada produk lokal menjadi solusi untuk mengatasi kesenjangan sosial yang saat ini sudah masuk kategori sangat parah. Indikasinya adalah distribusi pendapatan  yang tidak merata, sehingga  kekayaan hanya terkonsentrasi pada sekelompok kecil orang.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) internasional, Oxfam dan Infid mengungkapkan fakta yang mencengangkan, yaitu kekayaan empat orang terkaya di Indonesia  setara dengan kekayaan dari 100 juta penduduk terbawah. “Hal ini menunjukkan kesenjangan sosial di Indonesia sangat parah,” kata Chairman Aladdin Street Indonesia A Riawan Amin.

Mantan Direktur Bank Muamalat dan BJB A. Riawan Amin mengatakan solusi untuk mengatasi kesenjangan sosial tersebut adalah dengan menerapkan sistem ekonomi syariah, termasuk di dalamnya bank syariah dan  memaksimalkan konsumsi produk lokal.

“Rakyat banyak harus sadar kekuatannya. Hanya membeli produk lokal dari usaha kecil menengah (UKM) dan hanya menyimpan dana mereka di bank syariah dan bank pemerintah,” papar Riawan Amin dalam rilisnya, baru-baru ini.

Menurut Riawan, ada dua penyebab utama kesenjangan tersebut.Pertama, di sektor riil, mayoritas rakyat Indonesia semata-mata hanya pembeli, bukan produsen, Kedua, sistem multiple deposit creation di bank konvensional menyebabkan access money supply yang semakin jomplang dari tahun ke tahun. “Hal itu terjadi secara sistematis, terstruktur dan masif,” ujar dia di acara Pengajian Kebangsaan.

Bila sistem ekonomi syariah diterapkan secara maksimal di Indonesia, diyakininya bakal mempersempit jurang kesenjangan sosial tersebut karena sistem tersebut lebih berkeadilan dengan tidak berpihak hanya pada pemilik modal.

Pengajian Kebangsaan adalah pengajian lintas partai dan lintas ormas. Ini adalah pengajian yang ketiga  kalinya. Pengajian yang digagas oleh mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, dan Guru Besar Fakultas Kelautan dan Perikanan IPB Bogor  Rokmin Dahuri itu bertujuan untuk  mencairkan perbedaan-perbedaan yang ada dan menyatukan langkah untuk kepentingan bangsa yang lebih besar.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.