Selasa, 02 Juni 2020

KH Zaitun Rasmin: Berhenti Melanjutkan Perjuangan Adalah Aib Besar

KH Zaitun Rasmin: Berhenti Melanjutkan Perjuangan Adalah Aib Besar

Foto: KH Zaitun Rasmin usat memberikan ceramah di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu dalam rangka safari dakwah ormas Islam. (gnpf)

Jakarta, Swamedium.com– Para pimpinan GNPF-MUI (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa) MUI pada hari Senin, 13 Maret 2017 mengawali safari dakwah di Kepulauan Seribu. Hadir dalam rangkaian safari tersebut diantaranya Ketua Dewan Pembina Habib Rizieq Syihab, Wakil Ketua GNPF-MUI KH Muhammad Zaitun Rasmin, KH Misbahul Anam, dll.

Perwakilan dari berbagai ormas dan majelis taklim juga turut menyertai, antara lain FPI, Az Zikra, AQL, Wahdah Islamiyah, dan Lazis Wahdah.

Dalam salah satu ceramahnya Wakil Ketua GNPF-MUI ini kembali mengingatkan tentang nikmat yang sedang Allah berikan kepada umat Islam di Indonesia hari ini. Karunia dari Allah yang beliau maksud adalah kembali menggeloranya ghirah untuk memperjuangkan kebenaran secara bersama-sama atau berjamaah.

“semangat umat Islam kembali membara sejak adanya kasus dugaan penistaan agama. Umat menuntut ditegakkannya keadilan dengan menggelar berbagai aksi damai,” ujar KH Zaitun.

“Sejak Aksi Damai 411, 212, hingga 212 Jilid II sejatinya adalah wujud perjuangan inkarul munkar dengan suara. Inkarul munkar bil lisan yang diajarkan dalam agama Islam,” tandasnya.

KH Zaitun meyakinkan para hadirin bahwa terduga penista agama insyaa Allah pasti dihukum.

“Umat Islam di Indonesia mayoritas sudah sepakat bahwa apa yang dilakukan oleh terdakwa adalah jelas sebuah penistaan yang tidak bisa dipungkiri,” ucapnya.

“Namun di balik itu masih tersisa perjuangan panjang, yaitu mencegah kembalinya penista agama memimpin Jakarta,” tegas KH Zaitun.

Wasekjen MUI Pusat ini mengajak umat untuk mengambil ibrah (pelajaran) dari kasus penistaan ini.

“Banyak pelajaran yang bisa dipetik, yaitu kita kembali mendapat semangat juang yang tinggi. Ini adalah satu nikmat yang harus disyukuri dan tidak boleh disia-siakan,” kata KH Zaitun.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.