Kamis, 24 September 2020

Kisruh Freeport Belum Pengaruhi Penerimaan Pajak

Kisruh Freeport Belum Pengaruhi Penerimaan Pajak

Jakarta, Swamedium.com – Meski 2000 karyawan telah terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebagai dampak kisruh PT Freeport Indonesia dengan Pemerintah Indonesia, penerimaan pajak di KPP Pratama Timika, Papua saat ini masih capai target. Dari sisi penerimaan pajak sementara ini masih aman.

PHK sebanyak 2000 karyawan itu terjadi sejak ekspor konsentrat PT Freeport terhenti pada 12 Januari 2017 akibat kisruh yang terjadi antara perusahaan eksplorasi minyak asal Amerika Serikat itu dengan Pemerintah Indonesia.

Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Timika Hadi Susilo melalui Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi III Hartanto di Timika, Selasa (14/3) mengatakan realisasi penerimaan pajak dari PT Freeport maupun perusahaan-perusahaan subkontraktornya masih stabil.

“Untuk sementara ini memang belum ada efek signifikan akibat banyaknya karyawan yang di-PHK dan dirumahkan terhadap penerimaan pajak di KPP Pratama Timika. Kalaupun ada penurunan, itu tidak seberapa,” kata Hartanto.

Hingga memasuki pertengahan Maret, realisasi penerimaan pajak pada KPP Pratama Timika telah mencapai Rp 818 miliar atau sebesar 25,67 persen dari target sebesar Rp 2,864 triliun. KPP Pratama Timika hingga kini belum menerima laporan dari PT Freeport maupun perusahaan-perusahaan subkontraktornya soal berapa jumlah karyawan yang telah di-PHK maupun yang dirumahkan.

Meski demikian, menurut Hartanto, jika jumlah karyawan yang di-PHK dan dirumahkan semakin banyak maka hal itu akan berpengaruh langsung pada menurunnya penerimaan pajak terutama Pajak Penghasilan (PPh Pasal 21 dan PPh Pasal 23).

Pengurangan karyawan akibat sebagian di-PHK itu akan berpengaruh atau tidak pada penerimaan pajak baru dapat terlihat saat realisasi penerimaan pajak pada bulan-bulan selanjutnya. “Untuk sekarang memang belum terlihat penurunan, tapi memasuki bulan kedua dan bulan selanjutnya akan terlihat penurunan itu karena sebagian orang yang selama ini membayar pajak sudah tidak bekerja lagi. Kalaupun sekarang ada peningkatan karena karyawan yang di-PHK akan diberikan pesangon dan uang pensiun sehingga langsung dipotong pajaknya, tapi ke depan potensi penerimaan pajak dari mereka sudah tidak ada lagi,” jelas Hartanto.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.