Kamis, 28 Mei 2020

Nasrullah: Saksi Ahli dari Kuasa Hukum Ahok Tidak Konsisten

Nasrullah: Saksi Ahli dari Kuasa Hukum Ahok Tidak Konsisten

Foto: Nasrullah Nasution (batik hijau). (Yoga/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Usai persidangan lanjutan perkara penistaan agama dengan terdakwa Ahok, tim advokasi dan persidangan dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI), Nasrullah Nasution menyampaikan beberapa hal yang menarik soal kesaksian para saksi yang dihadirkan Tim Kuasa Hukum Ahok.

“Ada hal yang menarik kenapa Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak mengajukan pertanyaan kepada saksi ahli Prof Edward Omar Sharif Hiariej. Saksi ini saat diperiksa oleh kepolisian tidak dapat memberikan jawaban dengan jelas soal apakah perbuatan terdakwa termasuk kategori tindak pidana atau tidak. Keragu-raguan ini menjadikan jaksa tidak bertanya kepada saksi ahli,” ujar Nasrullah usai sidang di Auditorium Kementerian Pertanian Jakarta Selatan, Selasa (14/3).

Nasrullah menjelaskan, keragu-raguan dalam memberikan keputusan atau penjelasan dari Prof Edward membuat JPU tidak lagi menghadirkan yang bersangkutan sebagai saksi ahli pada persidangan kali ini.

“Sebagai contoh saat di-BAP, apakah unsur niat yang dilakukan oleh terdakwa unsurnya sudah terpenuhi atau belum. Satu sisi mengatakan belum namun apabila melihat dari bukti-bukti yang ada berupa video, unsur-unsurnya sudah terpenuhi. Jadi sehingga ketidakjelasan, keragu-raguan ini membuat JPU tidak perlu menanyakan lebih lanjut kepada saksi ahli,” jelas Nasrullah.

“Jadi kehadiran saksi ahli pada hari ini dihadirkan oleh tim kuasa hukum terdakwa bukan oleh JPU. Jaksa merasa apa yang telah sudah saksi ahli sampaikan sudah cukup dan sudah sesuai. Jadi tidak perlu menghadirkan saksi ahli lagi dalam persidangan kali ini,” tambahnya.

Sementara Samsu Hilal, saksi pelapor mengungkapkan bahwa saksi ahli pada persidangan hari ini, Prof Edward pernah akan dihadirkan oleh JPU namun yang bersangkutan dinilai tidak konsisten.

“Prof Edward ini pernah akan dihadirkan oleh JPU, tetapi setelah melihat hasil BAP, ternyata tidak memperlihatkan sebagai ahli yang tegas atas keputusannya. Ahli ini tidak konsisten,” pungkasnya. (Yog/ls)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.