Sabtu, 06 Juni 2020

Polemik Transportasi Online, Ketidakmampuan Dibungkus Kekuasaan

Polemik Transportasi Online, Ketidakmampuan Dibungkus Kekuasaan

Oleh Rio Octaviano*

Jakarta, Swamedium.com– Semua kita pasti setuju, bila hukum di negara ini wajib dipatuhi. Seluruh warga bangsa Indonesia sangat berharap atas keteraturan yang seimbang untuk menjalankan roda kerakyatan.

Polemik akhir-akhir ini cukup menggelitik, yaitu antara angkutan konvensional dengan angkutan online.

Tidak bisa dipungkiri, bahwa amanat UU kepada pemerintah dalam menyelenggarakan transportasi publik yang aman, nyaman nyata-nyata belum memenuhi harapan.

Tidak perlu profesor atau pakar dalam penilaiannya, cukup lihat fakta kendaraan pribadi yang terus bertambah, masyarakat pengguna kendaraan pribadi masih bertahan berkendara dengan kendaraan pribadi di tengah kemacetan parah dibandingkan beralih moda kepada transportasi publik.

Tapi, rupanya polemik ini sudah menyentuh para petinggi-petinggi negeri dan kaum konglomerat, polemikpun bergulir bak bola salju, tanpa mengerti siapa yang memulai.

Sebagai warga negara yang baik, maka kita harus mengembalikan permasalahan ini ke peraturan yang berlaku, yaitu induk dari aturan berlalu lintas, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009.

Pertama, dalam UU No. 22/2009 dalam hal Kewajiban Menyediakan Angkutan Umum, di Pasal 138
disebutkan pada ayat 1, “Angkutan umum diselenggarakan dalam upaya memenuhi kebutuhan angkutan yang selamat, aman, nyaman, dan terjangkau.”

Lalu ditegaskan pada ayat ke-2, yang mengatakan “Pemerintah bertanggung jawab atas penyelenggaraan angkutan umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1)”.

Tidak sampai disitu, pada Pasal 139 mengatakan hal yang serupa, yang intinya mengedepankan kewajiban Pemerintah untuk menyediakan transportasi publik.

Namun, dengan fakta saat ini, apa yang harus kita sikapi, satu hal yang pasti, ditengah kegagalan pemerintah dalam menjalankan kewajibannya, masyarakatpun menjadi wajib bertahan hidup di tengah kesemerawutan transportasi.

Akhirnya, beberapa transportasi publik alternatif pun bermunculan, salah satunya transportasi dengan menggunakan roda dua.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.