Sabtu, 16 Januari 2021

Saksi Kubu Ahok, Tak Konsisten Bersaksi

Saksi Kubu Ahok, Tak Konsisten Bersaksi

Foto: Kondisi di luar Auditorium Kementerian Pertanian sebelum persidangan Ahok dimulai (ucuy/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com– Dalam sidang ke 14 kasus penistaan agama dengan terdakwa Ahok, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Mukartono mencecar saksi Juhri yang dihadirkan oleh tim kuasa Ahok. Jaksa menilai kesaksian yang diberikan oleh saksi fakta ini tidak konsisten.

Banner Iklan Swamedium

Jaksa Ali, menyoroti kesaksian Juhri perihal selebaran yang beredar saat Ahok mencalonkan diri sebagai Calon Bupati di Bangka Belitung tahun 2007 silam.

“Ada yang tidak konsisten dengan keterangan saksi mengenai selebaran di Kabupaten Belitung. Dikatakan tadi pertanyaan hakim, dari selebaran itu tidak ada tindak lanjut dan konfirmasi,” kata Jaksa Ali dalam persidangan kasus penistaan agama, di Auditorium Kementerian Pertanian Jakarta Selatan, Selasa (14/3).

Sebagaimana Juhri memberikan keterangan di persidangan, Juhri menerangkan bahwa selebaran itu disimpulkan oleh panwaslu telah dilaporkan ke Panwaslu provinsi dengan dugaan pelanggaran pidana.

“Itu hasil rapat pleno. Kesimpulan kita (atas selebaran) harus diteruskan ke provinsi. Yang memutuskan di provinsi. Administrasi dan pidana. Selebaran itu masuknya pelanggaran pidana,” jawab Juhri.

Jaksa Ali kembali mencecar saksi dengan menanyakan, kesimpulan saksi Juhri yang menyatakan selebaran itu masuk dalam pelanggaran pidana.

Jaksa pun bertanya apakah pelanggaran itu sudah disampaikan ke pengadilan “Belum,” jawab Juhri.

JPU Ali pun merasa ada janggal atas kesaksian yang diberikan Juhri, sebab dalam BAP Juhri ditemukan adanya perbedaan keterangan dengan kesaksiannya saat dipersidangan yang ke 14 kalinya ini.

“Dari BAP Saudara, huruf 7F, apakah panwaslu menindaklanjuti pelangaran tersebut. Dilaporkan panwas kabupaten ke provinsi, dan terhadap pelanggaran tersebut sudah diproses, tapi berdasarkan hasil kajian panwas provinsi menyebutkan hasil dari laporan tersebut belum ada pelanggaran pidana. Nah yang benar yang mana?,” tanya Jaksa Ali.

“Ada pidana,” ujar Juhri.
“Artinya, yang di BAP ini salah?,”tanya Jaksa Ali lagi.

Juhri mengakui adanya kesalahan dalam BAP itu yang menyebut tidak ada tindak pidana dalam selebaran tersebut. Sebelumnya, saksi Juhri mengatakan bahwa selebaran yang beredar terdapat pelanggaran pidana pemilu.

“Kita semua himpun laporan termasuk dari timsesnya pak Basuki dalam rapat tersebut dan setelah kita bawa ke kepolisian hasilnya tidak ada tidak pidana. Jadi di BAP itu salah,” ungkap Juhri. (JM/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita