Selasa, 22 September 2020

Senyum Gustina, Wanita Dibalik Roda dengan Ban Kempes

Senyum Gustina, Wanita Dibalik Roda dengan Ban Kempes

Foto: Elfiyon Tanjung dari Lazis Mitra Ummat Madani Padang menyerahkan becak barang baru bantuan dari para dermawan untuk Gustina, wanita pemulung yang sebelumnya mengayuh becak dengan ban bocor. (Lazis Mitra Ummat Madani)

Padang, Swamedium.com — Antara rasa percaya dan tidak dengan apa yang ia lihat. Begitulah pengakuan Gustinawati saat melihat becak baru bercat hijau dengan bak barang dihadirkan di hadapannya sore itu, Senin (13/3).

Ibu janda beranak tiga tersebut selama ini tidak begitu percaya akan ada orang mau mengantarkan becak begitu saja. Tapi hari ini ia harus menumpahkan rasa syukurnya karena apa yang ia harapkan benar – benar terwujud.

Gustina (bukan Agustina seperti ditulis sebelumnya,red) seorang pemulung yang ditemukan di jalan protokol oleh Lazis Mitra Ummat Madani Kota Padang beberapa waktu lalu. Saat itu dia tengah mendorong becak usang dengan bannya yang kempes dan nyaris lepas dari bingkainya. Bersamanya ada dua bocah kelas 1 SD duduk di atas tumpukan barang bekas yang dikumpulkan wanita tangguh ini.

Berkat kedermawanan pembaca dan para donatur melalui Lazis Mitra Ummat Madani, satu unit becak dayung hadir dan diantarkan langsung ke gubuk kayu Gustina menetap di kawasan Lolong Padang. Sambil  mencoba  mendorong kendaraan kerja barunya itu, Gustina berjanji akan merawatkan dengan baik.

Meski tersirat watak agak keras kepala pada diri wanita seharian berprofesi mencari barang bekas ini,  kita masih melihat ada sesuatu yang prinsip terus dipegangnya. Yaitu tidak menyerah dengan keadaan.

“Saya tak boleh berhenti dengan keadaan. Saya harus terus jalan, memberi makan anak anak,” kata wanita yang kerap berjalan telanjang kaki ini.

Bersama penyerahan becak baru tersebut turut diberikan paket sembako lengkap guna membantu menutupi kebutuhan seharian Gustina yang tinggal di rumah yang jauh dari kata sehat. Tapi masih beruntung, seorang tetangga meminjamkan lahan  dasarnya rawa untuk dibangun pondok kayu. Di sanalah ia tinggal bertahun tahun lamanya.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.