Kamis, 06 Mei 2021

Hari Ketiga Demo Tolak Pabrik Semen, Jumlah Massa Aksi Cor Kaki Makin Bertambah

Hari Ketiga Demo Tolak Pabrik Semen, Jumlah Massa Aksi Cor Kaki Makin Bertambah

Foto: demo menolak pabrik semen di depan istana., Rabu (15/3) (nael/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Petani pegunungan Kendang dan beberapa daerah lainnya seperti Rembang, Pati, Gerobokan, dan Blora melakukan aksi cor kaki untuk menuntut ditariknya regulasi peraturan yang dibuat oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tentang izin lingkungan PT Semen Indonesia di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Banner Iklan Swamedium

Petani yang melakukan aksi demo ini menuntut untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo dengan harapan aspirasi dan keinginannya dikabulkan oleh Presiden.

“Kami ingin pemerintah menutup pabrik semen dan tambang-tambang. Kami tidak ketemu Presiden enggak apa-apa yang penting pabrik ditutup,” ungkap Sukinah, peserta aksi cor kaki di depan Istana, Jakarta, Rabu (15/3).

Menurut Eko, salah satu peserta aksi, hingga saat ini warga yang melakukan aksi cor kaki ini belum memiliki kesempatan untuk berbicara kepada Presiden Joko Widodo.

“Mereka sama sekali belum diberikan kesempatan untuk berbicara dengan pihak Istana,” ungkapnya.

Menurut salah satu petani yang juga peserta aksi cor kaki Gunretno, jika aspirasinya tidak didengarkan oleh Presiden Jokowi peserta aksi demo akan terus bertambah.

“Kalau memang sampai hari ini tidak ditanggapi, jumlah yang akan aksi cor kaki akan bertambah,” ujarnya.

Pantauan swamedium.com di lokasi, sudah ada sekira 20 orang yang melakukan aksi cor kaki.

Perlu diketahui, pada bulan Oktober 2016 Mahkamah Agung (MA) memenangkan gugatan petani pegunungan Kendeng. Kemenangan itu membuat izin lingkungan PT Semen Indonesia yang diterbitkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dicabut.

Namun pada bulan Februari 2017, Ganjar kembali menerbitkan izin lingkungan pendirian pabrik semen PT. Semen Indonesia. (dip/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita