Kamis, 09 Juli 2020

Perang di Jembatan Sungai Tigris, Pasukan Irak Tewaskan Seorang Komandan ISIS

Perang di Jembatan Sungai Tigris, Pasukan Irak Tewaskan Seorang Komandan ISIS

Seorang pria Irak yang meninggalkan rumahnya tiba di tempat pengungsian Hammam al-Alil di Mosul selatan, Irak, pada Selasa (14/3). (Thaier Al-Sudani/Reuters)

Kebisingan tembakan senapan dan senapan mesin besar dapat terdengar dari Mosul tengah. Senjata helikopter memberondong tanah dari atas pada Selasa pagi.

Pengungsian warga sipil
Di tengah perang, para pengungsi terus berdatangan dari distrik-distrik di barat, membawa koper, botol air minum, dan barang-barang yang lainnya. Sebagian menggendong anak-anak dan membantu kerabat yang sudah tua dan sakit dengan tongkat dan kursi roda.

Tentara Irak mengangkut mereka dalam truk, melalui jalanan Mosul–Baghdad, membawa mereka ke area pengungsi. Sebagian besar pergi saat dini hari atau ketika tentara mengambil alih lingkungan mereka. Makanan menjadi langka, kata mereka.

“Kami mengungsi pukul 05.00 setelah tentara tiba. Sebelumnya, ada sejumlah penembakan oleh ISIS,” kata Hamid Hadi, seorang guru. “Biasanya kami makan tomat yang dicampur dengan air.”

Ashraf Ali, seorang perawat, melarikan diri bersama istri dan kedua anaknya. Ia bercerita bahwa mortir berjatuhan di sekeliling saat mereka mengungsi. Mereka memanfaatkan momen tentara mengambil alih distrik mereka untuk keluar dari sana.

“ISIS ingin kami pindah ke area mereka, tetapi kami melarikan diri ketika tentara tiba,” katanya.

Lebih dari 200.000 warga Mosul telah telantar sejak Oktober 2016.

Menurut keterangan dari kementerian imigrasi, Selasa, 13.000 orang dari Mosul barat telantar. Mereka mencari bantuan dan akomodasi sementara.

“Ada lebih banyak warga di sebelah barat Kota dan mereka berusaha pergi karena tiada makanan dan suplai di daerah mereka,” terang seorang pejabat Irak yang mengurus para pengungsi. (ais)

Sumber: Reuters

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.