Kamis, 13 Mei 2021

Fahira Idris: Hukum Kebiri Layak Bagi Pelaku Jaringan Paedofil Online

Fahira Idris: Hukum Kebiri Layak Bagi Pelaku Jaringan Paedofil Online

Foto: Senator Jakarta Fahira Idris (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Terbongkarnya jaringan Pornografi anak online untuk tujuan paedofil melalui facebook, whatsapp dan telegram grup Rabu (15/3) kemarin, membuat geram Wakil Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

Banner Iklan Swamedium

Menurutnya, terbongkarnya jaringan tersebut sekaligus penangkapan kepada para pelakunya harus dijadikan momentum untuk menebar peringatan keras kepada para pelaku paedofil di Indonesia bahwa perilaku dan tindakan mereka adalah kejahatan luar biasa dan hukuman berat pasti akan mereka rasakan.

“Para pelaku paedofil yang tertangkap ini jangan hanya dijerat dengan Undang-Undang (UU) ITE dan UU Pornografi saja, tetapi juga harus dijerat dengan UU Perlindungan Anak yang baru hasil pengesahan dari Perppu yang diterbitkan Presiden Jokowi,” ujar Fahira Idris melalui rilisnya Rabu (15/3).

Dalam Perppu yang sudah disahkan DPR menjadi UU ini, ada opsi hukuman mati dan kebiri bagi pelaku kekerasan terhadap anak. Untuk kasus ini, para pelaku layak dijerat dengan opsi hukuman kebiri.

“Predator-predator anak yang tertangkap ini kan bukan hanya menyebar konten pornografi anak, tetapi juga menjadi pelaku paedofil di mana aksi biadabnya mereka rekam dan disebar lewat grup Facebook dan Whatsapp yang mereka kelola,” jelas Fahira.

“Bayangkan korban mereka itu anak-anak yang usianya dua sampai 10 tahun. Saya minta Kepolisian juga menjerat pelaku dengan UU Perlindungan Anak dan opsi hukuman kebiri sangat layak dijadikan tuntutan dakwaan bagi para perusak generasi ini,” ucap Fahira geram.

Bahkan, menurut Fahira, Pasal 81 Undang-Undang Perlindungan Anak yang baru di mana di dalamnya terdapat hukuman kebiri kimia lebih cocok dijadikan dasar dakwaan utama kasus ini.

Sementara, pasal-pasal dalam UU ITE dan Pornografi menjadi dakwaan pelapisnya. Ini karena, kejahatan yang mereka lakukan sudah memenuhi unsur yang disyaratkan Pasal 81 untuk hukuman kebiri kimia.

Unsur untuk menjerat pelaku dengan hukum kebiri kimia, lanjut Fahira sudah terpenuhi antara lain, pertama karena korbannya lebih dari satu, bahkan temuan awal sudah delapan anak.
Kedua, antara pelaku dan korban ada hubungan keluarga, di mana salah satu pelaku mengakui dua korbannya adalah keponakannya sendiri.

“Opsi hukuman kebiri harus jadi pilihan Kepolisian. Biarkan ini jadi peringatan keras bahwa bangsa ini perang terhadap paedofil. Para pelaku ini harus dijerat dengan tiga undang-undang sekaligus,” tandasnya.

“Paedofil itu kelainan perilaku yang berbahaya makanya undang-undang memberi opsi kebiri kimia sebagai salah satu cara agar mereka tidak mengulangi perbuatannya melakukan kekerasan seksual kepada anak-anak,” tegas Senator Jakarta ini.

Fahira berharap tertangkapnya empat orang pelaku yang merupakan paedofil dan penyebar konten pornografi anak ini menjadi pintu masuk membongkar kejahatan paedofil di Indonesia.

Karena,jika dilihat dari modusnya yang mewajibkan para anggota grup yang jumlahnya ribuan harus aktif mengirim gambar atau video berkonten paedofilia, maka dipastikan kejahatan ini dilakukan secara masif dan korbannya banyak.

“Jangan sampai Indonesia jadi surganya para paedofil. Kita harus perangi mereka sampai ke akar-akarnya. Pemberian hukum yang menjerakan menjadi salah satu strategi perang yang efektif,” pungkas Fahira. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita