Sabtu, 26 September 2020

Gamawan Fauzi: Demi Allah Saya Tak Terima Aliran Dana Kasus e-KTP

Gamawan Fauzi: Demi Allah Saya Tak Terima Aliran Dana Kasus e-KTP

Foto: Mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi saat bersaksi di sidang korupsi e-KTP. (republika)

Jakarta, Swamedium.com — Mantan Menteri Dalam Negri (Mendagri) Gamawan Fauzi, membantah telah ikut menerima aliran dana kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP. Hal ini ia katakan di persidangan Kasus Korupsi e-KTP, Pengadilan Tipikor, Kemayoran, Jakarta Pusat (16/3).

“Satu rupiah pun saya tidak pernah menerima,” ucapnya.
“Demi Allah, jika menerima, saya minta didoakan agar saya dikutuk Allah SWT,” lanjut Gamawan.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan Jaksa KPK dalam persidangan sebelumnya, Gamawan disebut menerima USD 4,5 juta dan Rp50 juta terkait proyek pengadaan e-KTP. Uang USD 4,5 juta itu diberikan pengusaha Andi Narogong kepada Gamawan melalui Azmin Aulia dalam dua tahap. Pemberian tersebut untuk melancarkan proses penetapan pemenang lelang proyek e-KTP.

Dalam kesempatan itu, Gamawan mengklarifikasi bahwa dirinya disebut menerima uang sebesar Rp 50 Juta dari mantan Dirjen Dukcapil Irman. Sebagaimana dalam isi dakwaan uang yang diterima Gamawan setelah usai melakukan kunjungan kerja di Balikpapan, Batam, Kendari, Papua, dan Sulawesi Selatan.

Gamawan mengatakan dengan tegas, uang yang ia terima sebanyak Rp 50 Juta merupakan honor pembicara sebagai menteri, Gamawan mengaku mendapatkan operasional berupa honor sebagai pembicara Rp 5 juta per jam.

“Saya menerima komisi, jadi itu honor resmi, saya tanda tangani. Bukan uang dikasih, uang operasional saya, Yang Mulia,” tutur Gamawan kepada Majelis Hakim. (JM)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.