Senin, 21 September 2020

Menlu Dukung Rencana MER-C Bangun RS Indonesia di Myanmar

Menlu Dukung Rencana MER-C Bangun RS Indonesia di Myanmar

Jakarta, Swamedium.com — Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, menyambut baik rencana Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) untuk membangun rumah sakit (RS) Indonesia di wilayah konflik, yaitu Provinsi Rakhine, Myanmar.

Setelah RS Indonesia di Gazza, Palestina, RS Indonesia di Rakhine, Myanmar itu akan menjadi RS Indonesia kedua yang digagas oleh MER-C.

Selasa (14/3), perwakilan MER-C dan PMI beraudiensi dengan Menlu RI untuk menindaklanjuti rencana program pembangunan RS Indonesia di Prov. Rakhine, Myanmar.

Retno Marsudi mendukung rencana program tersebut. Ia pun mengapresiasi organisasi-organisasi nonpemerintah menggunakan pendekatan-pendekatan konstruktif dalam menangani permasalahan konflik etnik di Rakhine, Myanmar.

Pada pertemuan yang berlangsung sekitar 30 menit itu, tim MER-C yang dipimpin oleh dr. Sarbini Abdul Murad serta didampingi oleh Drs. Ichsan Thalib (Project Manager RS Indonesia di Myanmar), Ir. Luly Larissa Agiel (Ketua Divisi Penggalangan Dana MER-C), dan Rima Manzanaris (Manajer Operasional) menyampaikan rancangan gambar RS Indonesia di Prov. Rakhine, Myanmar, yang sudah mengalami perbaikan dan pengembangan desain. Desain bangunan RS Indonesia dibuat netral karena diperuntukkan bagi dua komunitas yang ada di sana, yaitu Muslim dan Budha. 

Pada akhir bulan ini, tim gabungan akan pergi ke lokasi untuk merealisasikan program ini. Mereka akan mulai menelaah hal-hal teknis pembangunan. Selain itu, mereka pun akan membicarakan detail-detail pembangunan RS Indonesia kepada pihak-pihak Myanmar yang terkait.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa membangun RS Indonesia karena Wapres RI meminta dalam tahun ini RS Indonesia di Myanmar bisa selesai. Menlu juga telah menunjuk staf ahli bidang Hubungan Kelembagaan/Duta Besar Kemenlu RI, bapak Salman Alfarisi, sebagai Ketua Penghubung, sehingga semua elemen NGO atau ormas Indonesia yang akan membantu Myanmar akan dikoordinir melalui satu pintu,” ujar dr. Sarbini Abdul Murad usai menghadiri pertemuan dengan Menlu RI. 

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.