Minggu, 20 September 2020

Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Hentikan Seluruh Operasional Pesawat Tempur

Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Hentikan Seluruh Operasional Pesawat Tempur

Foto: Pasca insiden tergelincirnya F16 di Bandara SSK II Pekanbaru, Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin menghentikan seluruh operasional skuadron udara F16 dan Hawk. (ist)

Pekanbaru, Swamedium.com — Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru menghentikan sementara operasional pesawat tempur F16 dan Hawk. Penghentian itu terkait dengan tergelincir pesawat tempur F16 di runway Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru, Selasa (14/3) petang.

“Pesawat tempur F-16 dan Hawk akan dihentikan operasional untuk sementara hingga diketahui penyebab utama atas insiden itu,” kata Komandan Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Marsekal Pertama Henri Alfiandi, Rabu (15/3).

Pesawat tempur F-16 masuk dalam Skuadron Udara 16. Sementara pesawat Hawk, masuk dalam Skuadron 12.

Menurut Marsma Henri, penghentian operasional dua skuadron itu atas perintah Mabes TNI AU di Jakarta. Saat ini tim dari Panitia Penyidik Kecelakaan Pesawat Udara (PPKPU) Mabes TNI AU sedang melakukan penyelidikan terkait penyebab terjadinya kecelakaan tersebut.

Dalam insiden itu, dua pilot F-16 selamat. Keduanya Lettu Marko dan Mayor Andri.

“Alhamdulillah, dua perwira penerbang kita selamat karena itu aset yang paling penting,” ucapnya.

Disebutkan, awalnya F-16 mendarat mulus. Namun tiba-tiba pesawat mengalami masalah di sistem pengereman atau breaking malfunction. Kedua pilot lantas berusaha menghentikan laju pesawat. Namun sayang akhirnya F-16 tergelincir dan keluar landasan pacu sejauh 200 meter. Posisi pesawat terbalik di ujung runway.

Evakuasi pesawat baru selesai pada Rabu (15/3) dinihari sekitar pukul 02.00. Selama proses tersebut aktifitas bandara SSK II ditutup sementara. (*/d)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.