Sabtu, 15 Mei 2021

Pengembang Mulai Garap Pasar Properti Syariah

Pengembang Mulai Garap Pasar Properti Syariah

Jakarta, Swamedium.com – Memiliki rumah sendiri adalah impian setiap orang. Sayangnya, impian itu tidak mudah terwujud karena kenaikan harga rumah setiap tahunnya tidak sebanding dengan kenaikan penghasilan. Kredit  Pemilikan Rumah (KPR) dari bank kerap ditawarkan sebagai solusi, namun banyak yang mulai menghindari karena mengandung riba yang dilarang dalam agama Islam.

Banner Iklan Swamedium

Adanya kebutuhan yang makin tinggi untuk membeli rumah tanpa riba atau bunga ini membuka peluang munculnya developer properti syariah (DPS). Mereka menawarkan KPR Properti Syariah yang diklaim tanpa bank, tanpa bunga, tanpa BI Checking, tanpa denda dan tanpa sita. Apa mungkin? Peluang pasar anti riba ini memang sangat menarik.

Developer Property Syariah Indonesia Rudini dalam testimoninya mengatakan bahwa DPS bisa kaya raya tanpa riba, selama dia punya kesabaran untuk tidak menikmati profit dengan cepat. Menurut Rudini, pada umumnya DPS baru bisa menkmati profit kira-kira di tahun ketiga, bahkan bisa sampai tahun kelima saat masa proyek berlangsung jika prosesnya kurang matang.

“Lama puasanya dan lama berbuka puasanya,” kata dia.

Jadi, kalau ada DPS baru yang terlihat cepat kaya dipastikannya memakai uang perusahaan dengan catatan proyeknya itu tidak pakai dana investor, modal minim, semua rumah dijual kredit sampai 10 tahun dan tidak ada dana diluar sumber perusahaan, seperti utang, infak, hibah, dll.

Oleh karena itu, jelas Rudini, bagi DPS yang bermodal minim harus pandai mengatur cash flow agar proyeknya berjalan baik. Tidak mudahnya menjadi DPS ini juga diakui oleh Syaifur Rahman, developer properti yang sudah menggarap beberapa proyek perumahan, antara lain di Depok, Jagakarsa dan Lampung.”Kalau dana pas-pasan pakai DPS, tanah juga kerja sama, ngejalaninya berat,” jelasnya. Alasan itulah yang membuat dia saat ini belum tertarik menjadi DPS.

Apalagi, saat ini pasar properti cenderung lamban. Proyek perumahan yang masih lebih mudah kejual, menurut Syaifur Rahman, adalah rumah kelas subsidi. “Rumah premium susah jualnya. Jadi kalau harga tanahnya sudah tinggi tidak berani,” tambah dia.

Meski tidak semua pengembang tertarik jadi DPS, tetapi kehadiran DPS makin marak. Proyek perumahan yang menawarkan kepemilikan rumah bebas riba ini semakin banyak. Tidak hanya di wilayah Jabodetabek, tetapi juga sudah sampai ke daerah-daerah, seperti Makassar, Malang, Solo, Yogyakarta, Medan, dan lainnya.

Soal Surga Neraka

Pasar umat Islam yang ingin membebaskan diri dari sistem ekonomi berbasis riba sangat besar. Meski tidak mudah menjalaninya, banyak developer yang juga bertekad untuk membebaskan masyarakat dari praktek riba. Ustadz Rosyid Aziz, salah satu yang aktif berdakwah sebagai pengusaha properti syariah sejak tahun 2008 sampai sekarang. Beliau menggagas berdirinya komunitas Developer Properti Syariah. Menurut dia, berbisnis bukan hanya soal untung rugi tapi juga surga dan neraka.

Lantas, bagaimana cara konsumen bisa membeli properti secara cicilan, tapi tidak pakai bank? Konsumen bisa mencicil langsung ke developer dengan besar cicilan yang disepakati bersama. Bagaimana bila terjadi gagal bayar, apakah rumah akan disita?”Kalau tiga bulan konsumen tidak bisa membayar cicilan, rumahnya kita minta kembali dan duit yang sudah disetor bakal dikembalikan dipotong administrasi. Itu sesuai syariah,” kata agen yang menawarkan perumahan cluster Nusa Indah di Depok, Jawa Barat. (maida)

Banner Iklan Swamedium

 

 

 

 

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita