Friday, 19 July 2019

Pengembang Mulai Garap Pasar Properti Syariah

Pengembang Mulai Garap Pasar Properti Syariah

Jakarta, Swamedium.com – Memiliki rumah sendiri adalah impian setiap orang. Sayangnya, impian itu tidak mudah terwujud karena kenaikan harga rumah setiap tahunnya tidak sebanding dengan kenaikan penghasilan. Kredit  Pemilikan Rumah (KPR) dari bank kerap ditawarkan sebagai solusi, namun banyak yang mulai menghindari karena mengandung riba yang dilarang dalam agama Islam.

Adanya kebutuhan yang makin tinggi untuk membeli rumah tanpa riba atau bunga ini membuka peluang munculnya developer properti syariah (DPS). Mereka menawarkan KPR Properti Syariah yang diklaim tanpa bank, tanpa bunga, tanpa BI Checking, tanpa denda dan tanpa sita. Apa mungkin? Peluang pasar anti riba ini memang sangat menarik.

Developer Property Syariah Indonesia Rudini dalam testimoninya mengatakan bahwa DPS bisa kaya raya tanpa riba, selama dia punya kesabaran untuk tidak menikmati profit dengan cepat. Menurut Rudini, pada umumnya DPS baru bisa menkmati profit kira-kira di tahun ketiga, bahkan bisa sampai tahun kelima saat masa proyek berlangsung jika prosesnya kurang matang.

“Lama puasanya dan lama berbuka puasanya,” kata dia.

Jadi, kalau ada DPS baru yang terlihat cepat kaya dipastikannya memakai uang perusahaan dengan catatan proyeknya itu tidak pakai dana investor, modal minim, semua rumah dijual kredit sampai 10 tahun dan tidak ada dana diluar sumber perusahaan, seperti utang, infak, hibah, dll.

Oleh karena itu, jelas Rudini, bagi DPS yang bermodal minim harus pandai mengatur cash flow agar proyeknya berjalan baik. Tidak mudahnya menjadi DPS ini juga diakui oleh Syaifur Rahman, developer properti yang sudah menggarap beberapa proyek perumahan, antara lain di Depok, Jagakarsa dan Lampung.”Kalau dana pas-pasan pakai DPS, tanah juga kerja sama, ngejalaninya berat,” jelasnya. Alasan itulah yang membuat dia saat ini belum tertarik menjadi DPS.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)