Jumat, 02 Oktober 2020

Inilah Fakta-fakta Sidang e-KTP, Uang Mengalir dari Kemendagri Hingga DPR

Inilah Fakta-fakta Sidang e-KTP, Uang Mengalir dari Kemendagri Hingga DPR

Foto: ilustrasi fakta-fakta sidang korupsi e-KTP. (ist)

Jakarta, Swamedium.com— Sidang kasus korupsi e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (16/3) kemarin menghadirkan sejumlah saksi.

Dari kesaksian Mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, mantan Ketua Komisi II, Chairuman Harahap dan mantan Sekjen Mendagri Diah Anggraeni terungkap sejumlah fakta.

Berikut fakta dari kesaksian Gamawan Fauzi, Diah Anggraeni dan Chairuman Harahap:

Pengakuan dari Gamawan Fauzi:

  1. Program e-KTP digagas oleh Mendagri sebelum dia, Mardiyanto.
  2. Mengakui menerima uang Rp 50 juta, tapi itu merupakan honor pembicara di sejumlah provinsi. Satu jam tampil jadi pembicara dibayar Rp 5 juta.
  3. Mengaku menerima uang Rp 1 miliar. Tapi uang itu merupakan pinjaman untuk dia pergi berobat ke Singapura.

Pengakuan dari Diah Anggraeni:

  1. Setya Novanto mewanti-wanti kepada terdakwa, melalui dirinya untuk mengatakan tidak kena dengan dirinya. “Setnov bicara ke saya “bu tolong sampaikan ke Pak Irman kalau ditanya bilang tidak kenal saya,” ujar Diah sambil menirukan perkataan Setnov.
  2. Mengaku menerima uang dari terdakwa Irman dari mantan Dirjen Dukcapil Irman sebanyak 300 ribu US dolar dan dari pengusaha Andi Agustinus 200 ribu US dolar.
    Uang tersebut, imbuh Diah, diberikan Andi Narogong tahun 2013 melalui Irman, salah satu terdakwa kasus ini. Di tahun itu, pemberian terjadi sebanyak dua kali. Pemberian pertama dari Irman USD 300.000, Pemberian kedua baru Andi Narogong USD 200.000.
  3. Diah mengakui uang itu dari proyek e-KTP.

Pengakuan mantan Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap

  1. Mengaku kenal pengusaha Andi Agustinus dikenalkan oleh Setya Novanto.
    “Kenal. Sering lalu lalang di DPR. Pertama kali saya kenal (Andi Narogong) saat saya sedang temui Setya Novanto di ruang rapat,” kata Chairuman.
  2. Perubahaan anggaran dan skemanya diusulkan oleh Kementrian Dalam Negeri.

Kasus korupsi e-KTP ini telah menyedot banyak perhatian warga Indonesia. Pasalnya, uang negara yang dikorupsi sangat banyak. Dari sidang yang mulai digelar dengan dua terdakwa Irman, mantan Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri dan Sugiharto dan mantan Pejabat Pembuat Komitmen Kemendagri terungkap dari nilai proyek Rp 5,9 triliun, uang yang dikorupsi sebesar Rp 2,3 triliun. Uang itu mengalir ke banyak orang. (dr)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.