Friday, 19 July 2019

Kapal Inggris Tabrak Terumbu Karang Raja Ampat, DPR: Harus Diproses Hukum.

Kapal Inggris Tabrak Terumbu Karang Raja Ampat, DPR: Harus Diproses Hukum.

Foto: Kapal Inggris Yang Menabrak Terumbu Karang Raja Ampat, DPR Harus Diproses Hukum. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Kapal Pesiar Inggris ‘Caledonia Sky’ yang menabrak terumbu karang di Raja Ampat harus diproses secara hukum. DPR meminta ditindak lanjuti perkara tersebut dan jangan dianggap seperti kecelakaan laut.

Anggota Komisi III DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, akibat kejadian tersebut bisa berdampak serius terhadap kerusakan lingkungan hidup, indikasinya bisa menimbulkan perubahan langsung atau tidak langsung terhadap sifat fisik, kimia atau hayati lingkungan hidup dan hal ini bisa merusak ekosistem di laut sehingga bisa jadi melampaui kriteria baku kerusakan lingkungan hidup.

“‎Ini jelas perusakan lingkungan sangat serius yang melanggar Pasal 98 Undang-undang (UU) Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH),” ujar Sufmi Dasco dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (17/3).

Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra di DPR mengingatkan, kasus ini termasuk dalam kategori tindakan kejahatan bukan pelanggaran, sebab, sebagaimana tertuang dalam UUD PPLH dan pihak yang bertanggung jawab harus ditangkap diproses secara hukum.

“Kami mempertanyakan tidak adanya proses hukum terhadap pihak Caledonia Sky dan pihak yang membiarkan mendekatnya kapal tunda yang justru memperparah kerusakan terumbu karang,” jelasnya.

Sufmi Dasco menambahkan, selain dijerat dengan pidana, pemerintah harus mengajukan gugatan secara perdata karena akan timbul kerugian yang besar akibat rusaknya terumbu karang.

“Soal ganti kerugian ini kita bisa mengacu pada kasus tumpahan minyak yang merussak dan mencemarkan lingkungan di teluk Mexico, Louisiana, Amerika Serikat oleh perusahaan minyak Inggris British Petroleum tahun 2010,” tukasnya. (JM)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)