Jumat, 14 Mei 2021

Mendag: Jember Akan Jadi Proyek Percontohan UMKM Berorientasi Ekspor

Mendag: Jember Akan Jadi Proyek Percontohan UMKM Berorientasi Ekspor

Jakarta, Swamedium.com – Pemerintah akan menjadikan Kabupaten, Jember, Jawa Timur sebagai proyek percontohan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang berorientasi ekspor.  Jember dinilai memiliki banyak komoditas unggulan yang bisa bersaing di pasaran dunia, seperti edamame, kopi, kakao dan juga beras organik.

Banner Iklan Swamedium

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan Kabupaten Jember, Jawa Timur akan menjadi proyek percontohan UMKM yang berorientasi ekspor. Pemerintah juga akan hadir dengan cara membuka pasar di dalam negeri dan di luar negeri untuk menjamin agar hasil produksi para petani dapat terserap.

“Pemerintah menaruh perhatian pada Kabupaten Jember karena memiliki hasil-hasil alam yang berpotensi menjadi komoditas unggulan. Berbagai komoditas dari Jember seperti edamame, kopi, kakao, dan beras organik juga sedikit persaingannya di pasar dunia,” ungkap Mendag. Enggartiasto Lukita dalam siaran pers kunjungan kerjanya di Jember, akhir pekan ini.

Mendag menegaskan akan membantu UMKM agar dapat memperluas pasarnya di dalam maupun di luar negeri. “Kami menaruh perhatian penting agar UMKM dapat berjaya di tingkat lokal, nasional, Mmaupun internasional,” ujarnya.

Menurut  Mendag, Kementerian Perdagangan, Bupati Jember, dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur sepakat untuk membuat daftar dan memilah UMKM-UMKM yang sudah siap untuk memasuki pasar ekspor dan yang baru siap di pasar domestik. “UMKM yang sudah siap ekspor akan dibantu mempersiapkan kemasannya dan akan dibukakan pasar ekspornya,” jelas Mendag.

Kemendag mengemban perintah Presiden untuk membuka pasar-pasar baru di Afrika, Pakistan, Bangladesh, Srilanka, kawasan Asia Selatan, Amerika Latin dan Timur Tengah. “Produk-produk dari Jember dapat memenuhi kebutuhan negara-negara tersebut,” kata Mendag. Oleh karena itu, kata dia, ada dua hal yang harus diperhatikan. Pertama, kualitas dan konsistensi kualitas produk tersebut. Kedua, konsistensi produksi dari produk-produk itu sendiri. Sedangkan untuk UMKM yang belum siap ekspor, akan didorong agar dapat tersedia di pasar-pasar modern di Jakarta dan di seluruh Indonesia.

“Pada ritel modern, ada ketentuan untuk memasarkan produk lokal sebesar 80%. Di kabupaten, penerapan penjualan produk lokal di ritel modern masih 20%. Ini akan kita dorong lagi,” kata Mendag. Mendag juga menekankan komitmennya untuk memperkuat UMKM. “Penguatan UMKM di dalam negeri bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi menjadi berkualitas dan merata yang nantinya juga dapat memperkuat dan menjaga pasar domestik,” tuturnya.

Para petani di Jember juga diharapkan menghasilkan produk bernilai tambah agar dapat dihargai lebih tinggi. “Contohnya kopi Jember yang sudah terkenal cukup lama tapi terpendam dan kalah dengan kopi-kopi lain. Jangan hanya mengekspor biji kopinya, tapi tingkatkan ekspor bernilai tambah. Sudah saatnya kopi Jember dikenal dunia dan tidak lagi diklaim sebagai kopi dari negara lain,” kata Mendag.

Dalam hal pembiayaan, Kemendag akan mengupayakan agar petani yang sudah terseleksi bisa mendapatkan kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga 9% per tahun. Pada kesempatan tersebut, Mendag juga turut menyaksikan nota kesepahaman antara Bank Indonesia di Jember dengan Koperasi Usaha Tani Kabupaten Jember. Nota kesepahaman ini bertujuan untuk menguatkan misi produk lokal agar dapat berjaya di tingkat lokal, nasional, maupun internasional, serta meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan pelaku usaha tani padi di Kabupaten Jember. (maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita