Friday, 06 December 2019

Lieus: Ahok Gubernur yang Sewenang-Wenang

Lieus: Ahok Gubernur yang Sewenang-Wenang

Jakarta, Swamediu.com– Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak) Lieus Sungkharisma mengomentari kemenangan gugatan nelayan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait izin reklamasi Pulau F, I, dan K di Teluk Jakarta yang dikeluarkan Pemprov DKI Jakarta

Menurutnya, hal itu sebagai bukti bahwa Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sering melanggar hukum bukan dan berbuat sewenang-wenang.

“Kalau hakim PTUN telah memutuskan berhenti (pembangunan reklamasi) dia harus patuh, dan nggak ada alasan lagi melakukan banding. Itu kan bikin susah rakyat, kalau dia peduli sama rakyat mestinya dia terima putusan hakim. Dia nggak sensitif sama rakyat”, ujar lieus saat ditemui swamedium.com di Masjid Nurul Ikhlas, Kepa duri, Jakarta barat (19/3).

Lieus memaparkan, kasus RS Sumber Waras (RSSW) merupakan salah satu bukti nyata Ahok dilindungi penguasa, padahal hasil audit investigasi Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) sudah menyatakan adanya penyelewengan yang mengakibatkan kerugian negara dalam proses pembelian lahan RSSW.

“Ya sekarang lihat aja ya, setiap temuan BPK nggak ada pejabat yang lolos selalu jadi tersangka dan masuk (penjara), kali ini bukan temuan BPK tetapi temuan Audit Investigasi (BPK) jadi kalau nggak bisa masuk (penjara) ini aneh. Jangankan cerita soal Reklamasi, kasus sumber waras itu nyata”, ungkap Lieus.

Ketika ditanyakan mengenai kasus korupsi e-KTP yang diduga Ahok ikut terlibat, ia mengatakan, bisa saja hal ini digunakan oleh Ahok untuk mengalihkan isu dari kasus penistaan agama dimana Ahok sudah menjadi terdakwa.

“Saya nggak percaya kalau kasus korupsi e-KTP akan disidangkan semua. Jadi saya nggak mau di bawa kesana, tapi kalau hal yang sudah jelas seperti kasus sumber waras, reklamasi dan kasus pembelian tanah Cengkareng. Pembelian tanah Cengkareng itu kan tanah dia sendiri”, pungkas Lieus.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.