Kamis, 24 September 2020

Catatan Kelabu Dunia Pendidikan Indonesia

Catatan Kelabu Dunia Pendidikan Indonesia

Foto: Fasilitas pendidikan di Indonesia, salah satu potret kelabu pendidikan di Indonesia. (ist)

Oleh: Agus Zhubairi*

Jakarta, Swamedium.com — Buruknya sistem pendidikan nasional menjadi penyebab hancur dan bobrok di dunia pendidikan. Akses internet yang sangat terbuka bagi para remaja menjadi sarana bagi mereka untuk mengakses media-media porno. Fenomena ini bukan saja hanya di kota-kota besar, namun juga sudah merambah ke daerah-daerah yang jauh dari perkotaan. Kegiatan menonton adegan-adegan porno membuat mereka penasaran dan tertantang untuk melakukannya. Walhasil, banyak kasus pornoaksi dan pornografi yang melibatkan remaja sebagai pelaku utamanya.

Potret buram dunia pendidikan semakin banyak terungkap. Bukan hanya soal buruknya fasilitas pendidikan, kurikulum yang terus berganti-ganti tanpa arah yang pasti, hingga yang terbaru soal kisruh UN. Masyarakat semakin resah oleh banyaknya kasus asusila yang dilakukan para pelajar, bahkan oleh guru terhadap anak didiknya dan terjadi di dalam lingkungan sekolah.

Kasus-kasus tersebut bukan hanya menodai dunia pendidikan, namun juga menjadi peringatan nyata bagi kita bahwa sistem pendidikan yang berlangsung saat ini telah gagal menghasilkan generasi berkualitas yang cendikia apalagi untuk diharapkan bisa mewujudkan pribadi-pribadi mulia.

Tidak dielak, rendahnya pengawasan sekolah dan kepedulian masyarakat. Deteksi dini terhadap perilaku negatif seharusnya bisa dilakukan oleh sekolah maupun lingkungan sekitar. Ketika muncul gejala perilaku negatif seperti kata-kata kasar, mencemooh, apalagi tindak kekerasan, sekolah maupun lingkungan sekitar selayaknya memberi perhatian untuk mengingatkan dan menghentikan.

Ditunjang lemahnya fungsi keluarga. Peran keluarga tidak optimal. Kondisi keluarga dalam tatanan masyarakat kapitalistik sebagaimana saat ini, dihimpit kesulitan ekonomi. Orang tua tersibukkan mencari nafkah ketimbang mencurahkan waktu, perhatian dan kasih sayang untuk anak-anak mereka. Dalam keluarga yang memiliki ekonomi mapan hal ini pun terjadi ketika banyak ibu yang menghabiskan waktunya untuk kegiatan di sektor publik baik di dunia kerja atau sosialita.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.