Jumat, 07 Mei 2021

Geprindo Ajak Warga Tionghoa Tidak Rasis

Geprindo Ajak Warga Tionghoa Tidak Rasis

Jakarta, Swamedium.com– Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo) mengajak warga Tionghoa tidak rasis dalam pemilihan kepala daerah putaran terakhir yang akan datang, 19 April 20017.

Banner Iklan Swamedium

Menurut Presiden Geprindo Bastian P Simanjuntak, ajakan Geprindo ini bukannya tanpa alasan namun berdasarkan hasil pilkada putaran pertama yang lalu. Ahok selalu menang telak di TPS-TPS yang dihuni warga Tionghoa.

“Ini bukti bahwa warga Tionghoa belum BerIndonesia karena memilih berdasarkan kesamaan ras,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/3).

Bastian berpendapat bahwa masyarakat Jakarta sebagai tuan rumah menunjukkan kedewasaan dalam berpolitik dengan tidak memilih berdasarkan ras dan kesukuan.

“Padahal pribumi sebagai ‘tuan rumah’ tidak memilih berdasarkan ras dan kesukuan. Selain menjurus ke politik identitas, alasan warga Tionghoa memilih Ahok karena kesamaan ras akan mengakibatkan disharmoni antara warga Tionghoa dan Pribumi,” tukasnya.

‘Selain faktor kesamaan ras, warga Tionghoa turunan juga terinfiltrasi isu bila Ahok kalah akan berlaku syariat Islam,” imbuh Bastian.

Terkait dua hal itu, lanjutnya Geprindo mengajak warga Tionghoa untuk BerIndonesia.

“Perlu warga Tionghoa ketahui bahwa Ahok bukan berjuang untuk warga Tionghoa namun untuk para cukong dan pengembang. Para cukong dan pengembang yang ingin disharmoni antara Pribumi dan warga turunan terganggu,” ucap Bastian.

Bastian mengungkapkan, ada rencana besar para cukong dan pengembang dengan mengimpor warga tionghoa daratan ke Indonesia.

“Kehadiran mereka bukan hanya akan mengancam Pribumi akan tetapi akan berdampak pula bagi warga Tionghoa yang telah lama mendiami nusantara terutama Jakarta. Selain konflik horisontal karena sentimen ras, kehadiran mereka pun memberi ancaman bagi warga Tionghoa secara ekonomi,” ungkap Bastian.

Padahal menurutnya, masih banyak warga Tionghoa hidup dibawah garis kemiskinan.

“Masih ada warga Tionghoa yang berjualan es lilin keliling, cendol, bahkan menjadi pengemis. Kehadiran warga china daratan hanya akan menambah persoalan, karenanya warga Tionghoa harus berani menentang Ahok yang akan melakukan impor warga china daratan melalui cukong dan pengembang,” ajak Bastian

Untuk itu, masih lanjut Bastian mengajak warga Tionghoa jangan sampai terinfiltrasi propaganda Ahok yang sebenarnya berjuang untuk cukong. “Ahok sangat ngotot reklamasi harga mati karena ingin rencana besar para cukong dan pengembang berjalan.”

Terkait propaganda akan berlakunya syariat Islam bila Ahok kalah, Geprindo menegaskan itu kebohongan besar yang bertujuan memecah belah umat beragama di Jakarta khususnya.

“Itu sama sekali tidak benar. Bahkan paslon Anies-Sandi pun sudah mengatakan itu fitnah. Saya dengar hari ini akan ada tim yang melaporkan hal tersebut ke Bawaslu,” pungkas Bastian. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita