Sabtu, 26 September 2020

Kecewa Ridwan Kamil Gandeng Nasdem, Jonru Kirim Surat Terbuka

Kecewa Ridwan Kamil Gandeng Nasdem, Jonru Kirim Surat Terbuka

Foto:Foto: Gandeng Nasdem dalam Pilgub Jabar, Ridwan Kamil menuai kritik. warga. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Pemilihan Gubernur Jawa Barat bakal digelar 2018. Namun, “pagi-pagi” Walikota Bandung Ridwan Kamil sudah mendeklarasikan maju ke Pilgub Jabar bersama Partai Nasdem. Sontak RK, sebutan Ridwan Kamil mendapat kritikan dari netizen, salah satunya Jonru.

Di akun facebooknya, Jonru menulis surat terbuka kepada Ridwan Kamil. Surat itu berisi kekecewaannya pada pilihan partai untuk maju ke Pilgub Jabar.

Berikut isi surat terbuka Jonru.

Pak Ridwal Kamil (RK) yang baik,

Sampai saat ini, saya masih kagum kepada Bapak sebagai seorang pemimpin yang lucu, bijaksana, dan dekat dengan rakyat.

Namun ketika beberapa waktu lalu Bapak membatalkan diri untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI setelah mendengar nasehat Jokowi, terus terang kekaguman saya terhadap Bapak mulai berkurang.

Oh, Bukan! Alasannya bukan karena Bapak batal mencalonkan diri. Namun kejadian itu membuat saya mulai dapat gambaran mengenai siapa Bapak yang sebenarnya.

Kita semua tahu siapa Jokowi, namun Bapak justru memuji dia sebagai pemimpin yang baik.
Yang lebih konyol adalah ketika Bapak begitu “lugunya” mengikuti “nasehat” Jokowi agar meneruskan apa yang sudah diamanahkan. Padahal dia sendiri TIDAK MENERUSKAN amanah di Solo dan DKI Jakarta. Saya yakin, Pak RK pun tahu mengenai hal itu.

Dan ketika Pak RK bersedia didukung oleh Nasdem untuk maju pada Pilkada Jawa Barat, maka kekaguman saya kepada Bapak pun makin berkurang.

Dan kekaguman saya terhadap Bapak semakin tipis setelah membaca status berikut yang saya temukan di akun IG @ridwankamil:

=== awal copas ===

“Anak2 muda, mari kita bicara pendidikan politik praktis ya. Tolong jawab, kenapa bisa di pilkada se-Indonesia 2017 ini, ternyata partai2 yang berseteru di Jakarta malah temenan di daerah2 lain. Ternyata BANYAK calon yg diusung PKS koalisi dgn PDIP dan menang 70%. PKS dengan nasdem menang 68%. Gerindra dengan Nasdem 72%. Kan di Jakarta mereka berlawanan. Kan katanya partai ini begitu, beda ideologi dari partai yg itu mah begini. Jawabannya karena mereka sudah Move On. Beda daerah beda isu dan kepentingan. Sudah tidak baper dengan isu Pilkada Jakarta. Isu Jakarta hanya untuk warga Jakarta. Politik adalah pilihan pribadi. Silakan senang. Silakan marah. Ada pemilih emosional. Ada pemilih rasional. Bebas. punya jawaban yang ilmiah? Lieur nya. ( Data dari INSTRAT)”
===akhir copas==

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.