Rabu, 30 September 2020

Sudah 3 Bulan Jurnalis Al Jazeera ini Masih Ditahan oleh Rezim Fasis Mesir

Sudah 3 Bulan Jurnalis Al Jazeera ini Masih Ditahan oleh Rezim Fasis Mesir

Kairo, Swamedium.com — Rezim fasis Mesir memperbarui penahanan Mahmoud Hussein, jurnalis Al Jazeera, untuk yang kelima kalinya. Pengumuman pada Sabtu (18/3) itu menyatakan penambahan masa tahanan adalah 45 hari.

Mahmoud yang berkebangsaan Mesir dan tinggal di Qatar itu diberhentikan, diinterogasi, lalu ditahan pada 20 Desember 2016 ketika bepergian ke Kairo untuk liburan.

Sudah 90 hari Mahmoud Hussein ditahan oleh rezim fasis Mesir.

Berdasarkan gambaran dari video terkini, Mahmoud yang berada di luar gedung pengadilan tampak kurusan dan kelelahan karena kondisi kejam di tahanan.

Putri Mahmoud, Zahra, mengatakan pada awal bulan ini, kondisi penahanan yang kejam menyebabkan bapaknya menderita, mulai dari sulit bernapas hingga stres psikologis dan psikis yang parah.

Mahmoud Hussein bergabung dengan Al Jazeera di Mesir pada 2011. Ia pindah ke pusat Al Jazeera di Qatar pada 2013.

Al Jazeera telah menuntut pembebasan tanpa syarat Mahmoud Hussein dan mengutuk kelanjutan pembaruan penahanannya.

Lima hari setelah penahanan pertamanya (25 Desember 2016), kementerian dalam negeri rezim fasis Mesir menudingnya atas “penghasutan menentang institusi-institusi negara dan menyiarkan berita palsu dengan tujuan untuk menyebarkan kekacauan”.

Pelanggaran Hukum Internasional
Organisasi-organisasi media dan HAM mengkritisi penahanannya.

Al Jazeera membantah segala pernyataan tanpa bukti terhadap Mahmoud Hussein dan mengutuk orang-orang yang memaksanya menyatakan “pengakuan” palsu pada video.

Al Jazeera mendesak rezim fasis Mesir agar segera membebaskan Mahmoud; mempertanggungjawabkan keselamatan dan kesehatannya kepada rezim fasis Mesir.

Al Jazeera mencela kampanye negatif terhadap Mahmoud yang dilakukan oleh media lokal Mesir, sebuah praktik yang melanggar hukum internasional.

PBB telah menyerukan rezim fasis Mesir memenuhi komitmennya untuk melindungi kebebasan berekspresi.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.