Selasa, 18 Mei 2021

Tampilkan Adegan LGBT, Film “Beauty and the Beast” Ditolak di Malaysia

Tampilkan Adegan LGBT, Film “Beauty and the Beast” Ditolak di Malaysia

Foto: Film Beauty and The Beast ditolak di Malaysia, pasalnya dalam film tersebut menampilkan adegan penyuka sesama jenis. (ilustrasi)

Jakarta, Swamedium.com — Film daur ulang “Beauty and the Beast” (2017) yang sejak awal konsepnya memicu kontroversi, bahkan di negara asalnya, resmi beredar di seluruh dunia secara serentak. Tayang perdana film ini berlangsung secara serentak, Jumat 17 Maret 2017.

Banner Iklan Swamedium

Meski demikian, beberapa bioskop di beberapa negara memberi catatan batasan umur bagi para penontonnya.

Rusia dan India adalah negara-negara yang menolak mengkategorikan film ini sebagai tontonan anak-anak. Di India, film ini diberi rating U/A yang artinya bebas ditonton semua kalangan tetapi penonton di bawah usia 12 tahun harus didampingi orang tua.

Sementara, Rusia, negara yang secara tegas menolak melegalkan hubungan sesama jenis, pernah berupaya menolak penayangan film ini. Meskipun akhirnya mempertimbangkan untuk tetap menayangkan dengan catatan usia minimal penonton adalah 16 tahun.

Namun, di negara jiran Malaysia, mereka tegas menolak film ini dengan melarang pemutaran film tersebut di bioskop-bioskop jika adegan penyuka sesama jenis tidak disensor oleh Walt Disney.

Pihak Walt Disney sendiri menolak untuk melakukan sensor adegan film yang disutradarai Bill Condon, seorang gay, tersebut.

“Film ini belum dan tidak akan disensor untuk Malaysia,” kata Disney dalam sebuah pernyataan yang dirilis New York Times .

Badan Sensor Malaysia memang pernah mengirimkan permintaan agar Walt Disney menggunting adegan penyuka sesama jenis tersebut, namun jawaban Walt Disney tersebut membuat pihak Malaysia berang dan memutuskan tidak akan mengubah ketetapan mereka tentang penayangan film “Beauty and The Beast”.

“Keputusan masih sama,” tegas Ketua Badan Sensor Malaysia, Abdul Halim Abdul Hamid.

Sementara Singapura memberikan rating PG alias Bimbingan Orang tua untuk film yang baru pertama kalinya secara eksplisit menampilkan adegan penyuka sesama jenis.

Meski Singapura merupakan negeri terbuka dan pluralis, namun Singapura tak pernah main-main dalam urusan sensor film. Tercatat, tahun lalu Singapura menggunting tajam adegan seronok antara dua aktor pria dalam film “Les Miserables”. Sensor ini membuktikan bahwa meski bukan negara muslim, Singapura tetap menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan norma sosial yang berlaku secara universal.

Sementara di Indonesia, film “Beauty and The Beast” tayang di sejumlah bioskop tanah air dengan klasifikasi usia 13+ dan tanpa sensor, mulai Jumat 17 Maret 2017. (*ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita